
Sekretaris jendral BWF, Thomas Lund memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan BCA Indonesia Open Superseries 2016. Lund yang baru tiba dua hari lalu sudah merasakan bahwa turnamen ini berjalan lancar sejak awal pada Senin (30/5) hingga Minggu (5/6) petang.
“Saya baru tiba dua hari lalu, tetapi saya bisa merasakan bahwa semua hal di turnamen ini berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Ia pun menuturkan bahwa penyelenggaraan turnamen yang kali ini menawarkan hadiah total US$ 900 ribu ini tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia. “Semua yang dikemas panitia Indonesia sangat luar biasa. PBSI benar-benar memfasilitasi keperluan atlet hingga penonton. Beberapa atlet yang saya temui mengaku senang untuk bisa datang dan bermain kembali di sini. Panitia benar-benar menyiapkan hal-hal untuk memanjakan pecinta bulutangkis,” tambahnya.
Lund pun terpukau dengan penuhnya Istora pada babak final kali ini. Kendati tak ada wakil meraih putih di final, tetapi para pecinta bulutangkis tetap memadati Istora. “Fans bulutangkis di Indonesia pun luar biasa, kendati tak ada wakil tuan rumah, tetapi hall tetap penuh,” pujinya.
Kedewasaan suporter pun menuai pujian dari Inge Setyawati, corporate secretary BCA. “Penonton di Indonesia semakin dewasa, mereka benar-benar mendukung atlet tanpa harus melakukan hal-hal yang kurang terpuji,” tuturnya.
Sementara itu, Achmad Budiharto yang merupakan wakil ketua panitia pelaksana pun mengucapkan rasa syukurnya atas turnamen yang berjalan lancar. “Kami tentu bersyukur rangkaian turnamen ini sudah berakhir. Dan segalanya berjalan dengan lancar, meskipun memang dari segi prestasi belum begitu membahagiakan. Semoga tahun depan bisa sukses penyelenggaraan dan prestasi,” ujar Achmad.
Dengan berakhirnya partai final dan gelar sudah memiliki pemiliknya masing-masing. Maka berakhir pula rangkaian BCA Indonesia Open Superseries 2016. Sampai jumpa tahun depan! (RI)
