
Cultural Day adalah hari dimana para peserta dikenalkan lebih jauh kepada kebudayaan tuan rumah Kejuaraan Dunia Junior (WJC), setelah tahun lalu digelar di Bilbao, Spanyol. Tahun ini, Blibli.com Yonex-Sunrise BWF World Junior Championships (WJC) 2017 digelar di Yogyakarta. Seluruh peserta pun diboyong untuk turut menikmati keindahan Candi Prambanan.
Selain melihat dan mengenal lebih jauh Candi Prambanan, peserta pun dikenalkan dengan kebudayaan tanah air lainnya yang tersedia di Pelataran Candi Prambanan. Salah satu yang paling diminati adalah membatik.
Salah satu diantaranya adalah Laura Santo Iglesias dari Spanyol. Ia terlihat sangat antusias ketika mendapat giliran membatik. Meski membatik itu sangat sulit, tapi dirinya mengaku sangat senang karena bisa mendapatkan pengalaman membatik di negara batik itu berasal.
Baca juga: [BWF World Junior Championships 2017] Gala Dinner Berlangsung Meriah
"Sangat sulit sekali membatik ini, lihat saja hasil membatik saya sungguh tidak bagus. Hahaha. Tetapi saya sayang senang sekali kali karena bisa mendapatkan pengalaman membatik di negara batik itu berasal," ungkap pemain berusia 17 tahun itu.

Tak hanya senang karena sudah merasakan sulitnya membatik, Laura pun mengaku senang karena bisa mendapatkan pengalaman mengenal berbagai budaya dan peninggalan sejarah di Yogyakarta. "Saya suka sekali dengan Yogyakarta, karena banyak hal menarik yang bisa saya dapatkan disini. Dan tentunya saya pun senang berkunjung ke Candi Prambanan untuk pertama kalinya ini, karena sangat indah," pungkas pemain spesialis ganda putri itu.
Selain Luara, beberapa peserta WJC dari negara lain pun sangat antusias untuk mencoba membatik di acara yang berlangsung meriah tadi. (RI)
Baca juga: [Dutch Open Grand Prix 2017] Ganda Putri Rebut Gelar Juara
