
Sepertinya Indonesia menjadi salah satu tempat favorit bagi Saina Nehwal. Pebulutangkis India yang tahun lalu harus bergelut dengan pemulihan cedera bisa menembus partai puncak. Tak tanggun, Ratchanok Intanon yang ia hentikan di laga semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2018 pada Sabtu (27/1) sore.
Berhadapan dengan Ratchanok Intanon dari Thailand yang pekan lalu baru menjuarai Malaysia Masters 2018, Saina berhasil menang dalam dua game langsung 21-19 dan 21-19. “Saya senang bisa sampai ke final, dan saya ingin tetap mempertahankan permainan saya,” ujar Saina usai laga.
Di partai puncak, Saina menanti pemenang antara Tai Tzu Ying dari Taiwan yang akan bermain melawan He Bingjiao dari Tiongkok. Ia pun mengaku tak ingin banyak memikirkan siapa yang akan menjadi lawannya besok (28/1). “Saya tidak mau terlalu memikirkan banyak siapa yang akan menjadi lawan saya, Tai Tzu Ying atau He Bingjiao. Saya hanya ingin memberikan permainan terbaik saya,” tambahnya.
Saina pun mengungkapkan bahwa ia tak memiliki banyak waktu persiapan untuk melakoni laga di Indonesia kali ini. “Setelah liga India, saya hanya punya dua minggu untuk persiapan. Idealnya saya butuh empat atau lima minggu untuk mepersiapkan stamina dan kekuatan saya. Di turnamen ini setiap babak saya justru mengalami perkembangan,” lanjut juara tiga kali Indonesia Open ini.
Baca juga: [Indonesia Masters 2018] Chou: Fans Indonesia Terbaik
Tahun lalu, Saina harus menjalani operasi lutut. Kondisinya pun tak kunjung pulih setelah ia pun mengalami cedera engkel. Namun ia berusaha untuk tetap bisa bangkit dan akhirnya bisa mencapai babak final di turnamen yang menawarkan hadiah total 350 ribu Dollar AS kali ini.
“Sangat sulit untuk bangkit dari cedera. Satu tahun terakhir sangat sulit, setelah operasi lutut, cedera engkel. Tapi waktu bisa menjawab ini, tapi saya bahagia bahwa saya tidak menyerah begitu saja. Saya tetap berlatih, calm, relax, dan saya bisa menemukan cara untuk bisa memenangkan pertandingan, dan akhirnya bisa menang tentu saya senang,” ujarnya.
Laga final besok akan menjadi laga final keenam bagi Saina. Dukungan penonton di Indonesia pun diakuinya menjadi motivasi tambahan baginya. “Besok akan menjadi final keenam saya. Empat kali saya final di Indonesia Open, dan satu kali saya bermain di final Kejuaraan Dunia. Saya senang bermain di sini, penonton mendukung saya. Semoga besok bisa menang dan ini akan menjadi seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar pemain penghuni ranking 12 dunia itu.
“Saya memiliki kepercayaan diri untuk bisa menang dengan pemain-pemain yang saya hadapi di sini, saya pernah mengalahkan mereka sebelumnya. Di turnamen-turnamen sebelumnya saya berada tidak dalam kondisi terbaik, pukulan saya kurang bagus, karena stamina saya kurang baik, tapi di turnamen ini saya bisa melihat bahwa stamina saya bagus. Bahkan saya bisa memukul dan bergerak dengan baik di turnamen ini,” pungkas Saina.
Saina berhasil juara di Istora di Indonesia Open tahun 2009, 2010 dan 2012. Sementara di tahun 2011 di partai puncak dia harus menyerah dari Wang Yihan dan di Kejuaraan Dunia 2015 lalu, ia kalah dari Carolina Marin. (RI)
Baca juga: [Indonesia Masters 2018] Bungkam Chou, Anthony ke Final
