Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [French Open 2019] Indonesia Kuasai Perempat Final Tunggal Putra
25 Oktober 2019
[French Open 2019] Indonesia Kuasai Perempat Final Tunggal Putra
 
 

Para pemain tunggal putra Indonesia yang berlaga pada kejuaraan bulutangkis French Open 2019 menguasai babak perempat final. Dari delapan tempat yang disediakan, tiga diantaranya direbut oleh para pemain Indonesia. Shesar Hiren Rhustavito, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting adalah nama-nama pemain Indonesia yang kembali akan berjuang memperebutkan tiket babak semifinal hari ini (25/10).

Shesar akan menjalani laga penting dalam karir bulutangkisnya. Hari ini, ia akan berjuang untuk menembus babak semifinal pada kejuaraan BWF World Tour Super 750. Ujian pemain besutan PB Djarum akan dipertaruhkan di babak perempat final. Lawan yang akan dihadapipun bukan pemain sembarangan. Chen Long, pemain asal Tiongkok yang sarat akan prestasi akan menjadi lawan bagi Shesar.

Lawan tak kalah berat akan ditemui oleh Anthony Sinisuka Ginting. Anthony akan menantang tunggal putra nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota. Pertandingan Anthony melawan Momota layak disebut sebagai pertandingan besar di French Open 2019. Bagaimana tidak, sepanjang keduanya bertanding biasanya tersaji permainan yang menarik. Kekuatan, kecepatan, ketrampilan dalam mengolah bola dari kedua pemain ini, akan menjadi tontonan yang menarik. Pertemuan keduanya juga sudah terjadi sebanyak 13 kali. Sayangnya, Anthony baru mencicipi tiga kali kemenangan saja berbanding sepuluh kali kekalahan.

Satu pemain Indonesia lainnya yang lolos adalah Jonatan Christie. Pemain yang akrab disapa dengan Jojo ini melangkah ke babak perempat final usai menjalani laga balas dendam dari pemain Hongkong Lee Cheuk Yiu. Sebelumnya memang Jojo kalah dalam head to head dengan 0-2. Stade Pierre de Coubertin, Paris akhirnya menjadi tempat balas dendam Jojo. Kemarin, Jojo menang rubber game dengan skor 17-21, 22-20, 21-15.

Di game pertama saya terus kepikiran tentang kebagusan dia. Jadi mau apa aja nggak lepas. Hal itu bikin lawan tampil percaya diri di awal game kedua. Tapi Puji Tuhan saya bisa bangkit dan terus mencoba meredam dia di lapangan,” pungkas Jojo.