
Harus diakui, langkah pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung sejak awal tahun ini belum terlihat moncer. Pemilik emas kejuaraan dunia junior 2017 itu belum bisa melangkah cukup jauh pada pertandingan yang diikutinya.
Di Malaysia Masters dan Daihatsu Indonesia Masters 2020 ia terhadang di babak pertama oleh Ratchanok Intanon (Thailand) dan Akane Yamaguchi (Jepang). Terakhir di Thailand Masters 2020 ia juga di kalahkan Yamaguchi di babak perempat final.
Di tahun 2019, Gregoria juga kerap terhenti di babak-babak awal dari pemain papan atas dunia. Di ajang All England Open 2020 yang bakal ia lakoni pekan ini, Gregoria pun mempunyai target yaitu bisa tembus ke babak delapan besar.
Baca juga : [All England Open 2020] Gregoria Melihat Ada Peluang
Untuk bisa mencapai targetnya itu, tentu tak mudah bagi Gregoria. Di babak pertama ia harus melewati wakil Singapura, Yeo Jia Min terlebih dahulu. Kemudian di babak kedua, rintangan lebih berat harus ia lewati. Tepatnya ia akan melawan peringkat dua dunia, Tai Tzu Ying dari Taiwan.
“Sebenarnya kalau target yang benar-benar saya inginkan adalah masuk delapan besar. Tapi kalau saya lolos babak pertama saja sudah ketemu Tai Tzu Ying, jadi pengennya fokus ke performa setiap match-nya saja. Ingin main bagus dan main lepas,” kata Gregoria dikutip dari Badmintonindonesia.org.
Gregoria menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang turun di turnamen ini. All England Open 2020 sendiri akan berlangsung pada 11-15 Maret 2020 di Arena Birmingham, Inggris. (ah)
Baca juga : [German Junior 2020] Rahmat/Rayhan Persembahkan Runner Up
