Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Menuju Olimpiade 2020] Melihat Peluang Jonatan dan Anthony
10 Juli 2021
[Menuju Olimpiade 2020] Melihat Peluang Jonatan dan Anthony
 
 

Hasil undian Olimpiade Tokyo 2020 telah keluar malam tadi, Kamis (9/7). Acara pengundian yang ditayangkan secara langsung di YouTube BWF TV itu cukup menyita perhatian seluruh pecinta bulutangkis diseluruh dunia, termasuk Indonesia.

Pada ajang terbesar empat tahunan ini, dua wakil tunggal putra Indonesia bisa dibilang cukup diuntungkan dengan hasil undiannya. Artinya, Jonatan Christie yang berada di Group G dan Anthony Sinisuka Ginting yang berada di Group J, berbeda poll, dan jika perjalanan keduanya berjalan mulus, bisa bertemu di babak final.

Namun begitu rasanya terlalu jauh jika berbicara sampai sana. Karena rintangan yang bakal dihadapi oleh kedua pemain ini pun pastinya tidak mudah. Di babak penyisihan Group G, Jonatan bakal bersaing terlebih dahulu dengan Aram Mahmoud (Belanda) dan Loh kean Yew (Singapura).

Dengan Aram, Jonatan belum pernah dipertemukan sebelumnya. Namun melihat selisih peringkat dunia saat ini di mana Jonatan berada di posisi 7 dunia, di atas kertas seharusnya bisa melewati Aram yang saat ini berada di posisi 172 dunia. Tetapi Jonatan sepertinya harus lebih waspada dengan Loh. Meskipun dari tiga kali pertemuan sebelumnya Jonatan selalu menang, namun pemain peringkat 42 dunia saat ini tersebut selalu merepotkan Jonatan dengan selalu bertarung selama tiga game.

Sementara itu Anthony yang saat ini berada di peringkat 5 dunia berada di Group J, dan akan memperebutkan tiket 16 besar bersama Gergely Krausz (Hungaria) dan Sergey Sirant (Rusia). Dengan Gergely yang saat ini peringkat 94 dunia, Anthony belum pernah dipertemukan. Begitupun dengan Sergey yang saat ini berada di peringkat 77 dunia, Anthony juga belum pernah dipertemukan.

Berikut hasil undian penyisihan group tunggal putra: 

Tunggal Putra

Group A

Kento Momota (Jepang)

Timothy Lam (USA)Heo Kwanghee (Korea)

 

Group C

Ng Ka Lon Angus (Hong Kong)

Kevin Cordon (Guatemala)

Lino Munoz (Meksiko)

 

Group D

Sai Praneeth B (India)

Mark Caljouw (Belanda)

Misha Zilberman (Israel)

 

Group E

Viktor Axelsen (Denmark)

Kalle Koljonen (Finlandia)

Luka Wraber (Austria)

 

Group F

Wang Tzu Wei (Taiwan)

Nhat Nguyen (Irlandia)

Niluka Karunarate (Srilanka)

 

Group G

Jonatan Christie (Indonesia)

Aram Mahmoud (Belanda)

Loh kean Yew (Singapura)

 

Group H

Shi Yu Qi (Tiongkok)

Sorean Opti (Suriname)

Matthew Abela (Malta)

 

Group I

Kenta Tsuneyam (Jepang)

Georges Julien Paul (Mauritius)

Ygor Coelho (Brazil)

 

Group J

Anthony Sinisuka Ginthing (Indonesia)

Gergely Krausz (Hungaria)

Sergey Sirant (Rusia)

 

Group K

Kantaphon Wangcharoen (Thailand)

Kai Schafer (Jerman)

Toby Penty (Australia)

 

Group L

Anders Antonsen (Denmark)

Tien Minh Nguyen (Vietnam)

Ade Resky Dwicahyono (Azerbaijan)

 

Group M

Lee Zii Jia (Malaysia)

Brice Leverdez (Prancis)

Artem Pochtarov (Ukraina)

 

Group N

Chen Long (Tiongkok)

Pablo Abian (Spanyol)

Raul Must (Estonia)

 

Group P

Cho Tien Chen (Taiwan)

Brian Yang (Kanada)

Felix Burestedt (Swedia)