Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Indonesia Masters 2021] Jonatan Melaju, Anthony Tersingkir
17 November 2021
[Indonesia Masters 2021] Jonatan Melaju, Anthony Tersingkir
 
 

Hasil berbeda diraih dua pemain tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, di babak pertama Indonesia Masters 2021. Jonatan sukses merebut kemenangan, sementara Anthony harus tersingkir lebih awal.

Jonatan menjadi wakil pertama Pelatnas Cipayung yang lolos ke babak 16 besar hari ini, Rabu (17/11). Peraih emas Asian Games 2018 itu mengalahkan Thammasin Sitthikom (Thailand) dalam waktu 60 menit, dengan skor 21-18, 20-22, 21-17.

Bertanding di Bali International Convention Centre & The Westin Resort, Nusa Dua, Jonatan mengaku harus berjuang keras untuk bisa mengalahkan pemain Thailand berperingkat 29 dunia itu.

Setelah menjalani pertandingan dalam tur Eropa, Jonatan mengaku butuh adaptasi kembali dengan cuaca di Indonesia.

"Cuaca di sini berbeda dengan di Eropa, sehingga harus butuh banyak tenaga untuk bisa menang di sini," ungkap Jonatan dalam rilis PBSI.

“Saat ini kondisi  saya sudah 90 persen. Saya perlahan-lahan mau bangkit, sedikit demi sedikit dan fokus di setiap pertandingan," tambah Jonatan soal kondisinya.

Kemenangan atas Thammasin membuat Jonatan berhak lolos ke babak kedua dan akan menghadapi Kidambi Srikanth (India). Kidambi sendiri sebelumnya sukses menaklukan Christo Popov (Prancis) melalui pertarungan tiga game dengan skor 21-18, 15-21, 21-16.

Sayangnya, hasil yang sama tak bisa didapatkan Anthony. Peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini dijegal pemain muda asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Anthony kalah dengan skor 21-19, 14-21, 13-21 dalam waktu 66 menit.

“Hari ini saya banyak membuat kesalahan sendiri. Mungkin saya rasa bermain kurang sabar," ungkap Anthony.

Datang sebagai juara bertahan, Anthony mengaku tidak membuat dirinya merasa terbebani. Ia hanya merasa kalau pertandingan kali ini dirinya bermain kurang lepas, sehingga banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Saya tidak merasa terbebani dengan status juara bertahan. Dari pertandingan ke pertandingan ini saya kembali lagi dari nol," sebut Anthony.

“Saya rasa masalah shuttlecock, lawan juga merasakan hal yang sama. Mungkin selain adaptasi lapangan lebih ke strategi, musuh main bermain seperti apa, harus sabar strategi apa yang harus pas,” ucap atlet asal Cimahi, Jawa Barat tersebut. (NAF)