
Tahun 2020 menjadi kenangan manis bagi para pebultangkis putra Indonesia. Rizal Memorial Coliseum, Manila, Filipina, menjadi saksi keperkasaan merah putih pada ajang Badminton Asia Team Championships 2020. Di sinilah Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan menjadi yang terbaik di antara negara-negara Asia lainnya.
Indonesia kala itu membawa pemain terbaiknya ke ajang yang diselenggarakan pada tanggal 11 – 16 Februari 2020. Pemain tunggal putra asal PB Djarum, Shesar Hiren Rhustavito, turut mengisi kekuatan tunggal putra. Sementara Mohammad Ahsan memperkuat ganda putra.
Pada pertandingan perdana, Indonesia langsung bertemu tim kuat Korea pada putaran penyisihan Grup A. Korea yang biasanya menjadi batu sandungan bisa dihajar telak 4-1 oleh Indonesia. Hanya Jonatan Christie yang gagal menyumbangkan angka kemenangan.
Buah kemenangan dari Korea, Indonesia maju ke babak perempat final dan bertemu dengan Filipina. Seperti yang sudah diduga, Indonesia menang telak tanpa balas 3-0. Anthony Sinisuka Ginting menang 21-10, 21-18 atas Ros Leonard Pedrosa. Lalu pasangan ganda putra senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan unggul cepat 21-16, 21-12 dari Peter Gabriel Magnaye/Alvin Morada. Angka ketiga dipersembahkan Jonatan Christie yang menekuk Lanz Ralf Zafra dengan 21-11, 21-14.
Tim Indonesia hampir terjerembab di babak semifinal saat bersua dengan India. Indonesia hanya bisa mencuri satu angka kemenangan dari sektor tunggal putra melalui Anthony Sinisuka Ginting. Menang 21-6 dari Sai Praneeth B, Anthony tidak melanjutkan pertandingan karena lawan memilih mundur. Dua angka dari sektor tunggal putra lepas ke India. Jonatan Christie kalah 18-21, 20-22 dari Lakshya Sen, lalu Shesar Hiren Rhustavito juga menderita kekalahan dari Subhankar Dey dengan 17-21, 15-21. Untungnya dua ganda mampu mengamankan kemenangan. Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang rubber game, 21-10, 14-21, 23-21 atas MR Arjun/Dhruv Kapila. Angka ketiga bagi Indonesia dipersembahkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi yang menang atas Lakhsya Sen/Chirag Setty dengan 21-6, 21-13.
Partai klasik tersaji pada babak final. Indonesia bertemu dengan salah satu musuh bebuyutannya, Malaysia, pada babak puncak. Perang strategi pun terjadi. Indonesia menurunkan susunan terbaiknya pada sektor tunggal putra. Sementara di bagian ganda putra Indonesia mencoba ramuan baru Mohammad Ahsan yang dipadukan dengan Fajar Alfian. Sementara Kevin/Marcus tetap mengisi ganda utama. Dengan formasi seperti ini, Indonesia muncul sebagai juara dengan menghempaskan Malaysia 3-1. Anthony membuka kunci kemenangan Indonesia dengan mengalahkan andalan Malaysia, Lee Zii Jia, 22-20, 21-16. Lalu Kevin/Marcus menang straight game 22-20, 21-16 dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Malaysia sempat mencuri satu kemenangan melalui Cheam June Wei yang menang dari Jonatan Christie, 16-21, 21-17, 22-24. Kemenangan Indonesia justru ditentukan oleh pasangan baru Ahsan/Fajar. Pasangan dadakan ini unggul dari Ong Yew Sin/Teo Oo Yi, 21-18, 21-17. (AR).
