
Hasil positip diperlihatkan oleh para atlet muda Indonesia dari kejuaraan Stockholm Junior 2022. Empat gelar juara berhasil dibawa pulang ke tanah air. Empat gelar malah tercipta hasil terciptanya All Indonesian final. Tiga gelar diantaranya dipersembahkan oleh para atlet dari PB Djarum. Tentu saja hasil ini mengembirakan bagi regenerasi atlet bulutangkis Indonesia. Setidaknya gambaran akan hadirnya atlet-atlet muda sudah mulai ada.
Pelatih ganda PB Djarum, Komala Dewi, menilai apa yang sudah diraih anak asuhnya memperlihatkan konsistensi dalam permainan. “Yang saya lihat, penampilan anak-anak sejauh ini sudah baik. Dalam artian konsisten. Mereka sudah mengeluarkan semua kemampuan mereka. Mudah-mudahan penampilan mereka di pertandingan selanjutnya sama seperti sebelumnya dan bisa mempertahankan gelar yang sudah diraih,” ujarnya.
Tampil jauh dari negeri sendiri dan harus bertemu dengan pemain-pemain Eropa yang memiliki postur lebih dari pemain Indonesia juga dirasakan Komala Dewi bukan suatu hambatan. “Ga ada takutnya lawan pemain bule. Malah anak-anak pengen punya keinginan lebih buat ngalahin merea di dalam lapangan,” tambahnya.
Begitu pula dengan penonton setempat yang datang menyaksikan pertandingan tidak menjadi suatu halangan bagi anak-anak muda Indonesia. “Penonton bule cuma dari altet-atlet aja. Kebanyakan penonton datang dari KBRI dan warga Indonesia yang tinggal disana. Ga berpengaruh, malahsemangat anak-anak bertambah karena ada dukungan dan support yang sangat luar biasa,” lanjutnya.
Sementara itu Lukman Hakim, pelatih tunggal PB Djarum mengevaluasi khusus penampilan Jason Christ Alexander yang pada babak final kalah dari Muhammad Halim As Sidiq. “Mainnya Jason sudah bagus, hanya kesalahannya pada service pendek yang sering di fault dan juga servicenya tidak masuk,” paparnya.
Usai dari Stockholm Junior 2022, para pemain langsung meneruskan perjalannya untuk mengikuti kejuaraan bulutangkis Luxemburg Open 2022. (AR)
