
Perjuangan luar biasa diperlihatkan oleh pemain bulutangkis putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung pada babak perempat final pada kejuaraan Malaysia Masters 2022 yang dilangsungkan hari ini (8/7). Untuk kedua kalinya secara berturut-turut dalam waktu tidak lebih dari dua pekan, Gregoria bisa mengalahkan pemain nomor satu Jepang Akane Yamaguchi.
Gregoria menghentikan penunggu unggulan pertama di kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 500 dalam rubber game 25-23, 15-21, 21-10. Apa yang dicapai oleh Gregoria semakin membuktikan jika kemenangan yang diperoleh di babak pertama pada kejuaraan Malaysia Open 2022 bukan hal yang kebetulan.
Kunci kemenangan Gregoria ada di game pertama. Terlihat ia berusaha untuk mengontrol jalannya pertandingan dengan mengajak lawan bermain cepat. Akane masih bisa mengimbangi sampai mengajak adu setting, karena angka sama 20-20. Beruntung Gregoria dengan sigap bisa mengambil game pertama.
Di game kedua, Gregoria mulai banyak membuat kesalahan sendiri. Ini menjadi salah satu sebab gagalnya Gregoria merebut game kedua. Di game ketiga, Gregoria kembali bermain cepat. Gregoria juga banyak menjauhkan bola dari posisi Akane. Dengan pola ini, Gregoria melesat menang.
Gregoria merasa hari ini lebih siap. Kepada tim humas dan Media PP PBSI, Gregoria mengaku bisa mengatur emosi. "Hari ini yang pasti saya lebih siap. Tetapi saya tidak mau memberikan tekanan yang berlebihan di diri saya karena saya bisa menang minggu lalu di Malaysia Open. Puji Tuhan bisa lancar, bisa tetap tenang dan mengatur emosi dengan baik," ujarnya.
"Akane lebih melawan dan lebih memaksa di lapangan karena kelihatan di minggu sebelumnya dia bukan di permainannya. Tetapi hari ini dia coba untuk mengeluarkan kemampuannya. Tadi setelah menang di gim pertama, saya coba lebih tenang dan tidak memikirkan hasil. Saya hanya fokus bagaimana saya bisa fight di lapangan," sambungnya.
Pada babak semifinal yang akan dimainkan besok (9/7), Gregoria akan menantang pemain Korea, An Se Young. Gregoria pernah satu kali bertemu dengan pemain Korea berperingkat empat dunia. All England 2022 menjadi ajang pertemuan perdana bagi keduanya. Sayangnya masa itu Gregoria kalah straight game 16-21, 4-21.
“Pertemuan terakhir saya dengan An Se Young terjadi di All England 2022 dan saya kalah. Besok, saya ingin maksimal, saya punya target sendiri. Pastinya ingin menang, jadi saya akan coba sebaik mungkin lebih dari hari ini," tuturnya. (AR)
