
Atlet tunggal putra para bulutangkis Indonesia, Suryo Nugroho menjadi salah satu tumpuan di ajang ASEAN Para Games (APG) 2022 untuk mendulang medali. Pria kelahiran Surabaya, 17 April 1995 itu bermain di tiga nomor pada ajang yang akan berlangsung pada 30 Juli-6 Agustus di Editorium UMS, Surakarta ini, yakni di tunggal putra, ganda putra, dan beregu kategori SU5.
Diakui peraih medali perunggu Paralympic Tokyo 2020 itu, dirinya sudah mempersiapkan diri dengan matang demi meraih hasil terbaik di pesta olahraga ASEAN ini.
“Untuk persiapan saya dan teman-teman sudah maksimal. Karena persiapannya semenjak pulang dari Paralympic Tokyo tahun lalu, kami diberi waktu istirahat hanya 2 minggu. Setelah itu kami masuk pelatnas lagi. Jadi kurang lebih hampir 1 tahun persiapannya, karena sebenarnya tahun ini harusnya ada dua event besar. Selain APG ada juga Asian Para Games di China. Tetapi kan itu ditunda waktunya jadi tahun 2023,” ungkap Suryo kepada Pbdjarum.org.
Menurut Suryo, persaingan di APG tahun ini sangat ketat. Namun demikian, Suryo pun mempunyai harapan besar khususnya di nomor tunggal yang menjadi nomor yang paling ia unggulkan.
“Karena saya spesialis tunggal, dan persaingannya di kelas saya itu (SU5) sangat kompetitif. Peraih medali emas, perak, dan termasuk saya peraih perunggu semuanya bakal turun di sini. Jadi persaiangan sangat ketat, tetapi mudah-mudahan nggak ketemu sesama pemain Indonesia sebelum final. Harapannya bisa menciptakan all Indonesia final,” papar Suryo.
Di sisi lain, bagi Suryo bisa tampil di kandang sendiri adalah hal yang paling menyenangkan.
“Kalau di Indonesia pertama kali itu APG 2011. Dan beberapa kali tampil di Indonesia Open 2014, 2015, dan 2016. Saya lebih senang main di sini, karena sempat juga saya tanya-tanya kepada atlet-atlet luar mereka itu enjoy ketika main di sini. Karena persaingannya lebih kompetitif, terus Venue juga lebih baik, dan semuanya sudah tersedia. Selain itu juga antusiasme penonton sangat baik di sini,” jelas Suryo.
“Pokoknya saya berharap bisa memberikan yang terbaik. Karena di kelas saya nggak dibebankan target besar, karena memang lawannya cukup imbang semua. Tetapi harapannya bisa menciptakan all Indonesian final,” tutup Suryo. (AH)
