
Atlet para bulutangkis Indonesia nomor tunggal putra (SL4), Hikmat Ramdani, berhasil melewati laga perdana di babak penyisihan Grup B ASEAN Para Games 2022. Atlet kelahiran Tasik, 25 Maret 2001 itu menang atas wakil Singapura, Ang Chee Hiong dengan skor telak 21-9, 21-9 di Edutorium UMS, Surakarta, Senin (1/8).
“Ini baru pertama kali saya main di ASEAN Para Games, jadinya masih tegang, masih kurang akrab dengan situasi lapangan. Tadi saya atasi dengan enjoy saja, jangan ada beban,” kata Hikmat.
Hikmat sendiri mulai menekuni olahraga bulutangkis sejak dirinya duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Namun, kecelakaan yang menimpa dirinya pada saat kelas 5 SD, membuat Hikmat rehat selama 3 tahun tanpa aktivitas berat apa pun.
“Saya awal mula main bulutangkis kelas 2 SD. Lalu kelas 5 SD saya mengalami kecelakaan tabrakan yang menyebabkan pinggul copot. Waktu itu saya memutuskan untuk tidak operasi, dan hanya ditangani oleh pengobatan tradisional saja. Lalu vakum sekitar hampir 3 tahun karena sama sekali tidak bisa beraktivitas, dan hanya di rumah saja selama itu,” papar Hikmat saat diwawancarai secara langsung oleh tim Pbdjarum.org.
“Lalu setelah hampir 3 tahun itu kondisi saya sudah mulai membaik, namun justru bukan kembali bermain bulutangkis, tetapi tenis meja. Karena saya merasa tenis meja tidak terlalu membutuhkan gerak yang sangat banyak seperti bulutangkis. Waktu itu saya langsung dipercaya untuk mengikuti turnamen olahraga antar pelajar (O2SN) tingkat SMP se-Kabupaten Tasik. Dan saya juara ketiga waktu itu, padahal baru 2 minggu latihan,” papar Hikmat.
Namun setelah 2 tahun berlalu, Hikmat memutuskan untuk kembali bermain bulutangkis, yang memang merupakan cita-citanya sejak kecil.
“Terus selang 2 tahun berikutnya tepatnya waktu saya kelas 3 SMP, mulai balik lagi latihan bulutangkis seperti biasa sampai kelas 1 SMA. Lalu ketemu sama Pak Ukun Rukaendi (Atlet para bulutangkis SL3-SL4) dan ditawarkan untuk bergabung di pelatnas para bulutangkis. Tentunya dengan saya bergabung di pelatnas ini menambah semangat dan harapan baru lagi bagi saya. Apalagi saya banyak mendapat dorongan dari banyak pihak salah satunya keluarga. Mereka sangat mendukung saya, sampai ke sini pun mereka bela-belain datang untuk memberikan dukungan bagi saya,” tutur Hikmat.
Pada ajang ASEAN Para Games 2022 kali ini, Hikmat pun mempunyai target besar, yaitu berharap bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia.
“Semoga di sini saya bisa membuktikan kalau saya mampu meraih medali emas,” jelas peraih 2 medali perunggu di Asian Games 2018 itu. (AH)
