
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2026. Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1), Ubed terhadang pemain Singapura, Loh Kean Yew, dengan skor 19-21, 10-21.
Ubed sebelumnya punya catatan bagus atas Loh. Di SEA Games 2025 lalu, ia mengalahkan Loh dengan skor 21-19, 21-10. Sayang kali ini, Ubed tak bisa mengulang kesuksesan tersebut.
“Pasti ada perbedaan. Hari ini dia terlihat lebih siap dan tidak mau kalah. Di poin-poin kritis, seperti saat skor 19 sama di gim pertama, dia benar-benar menunjukkan tekadnya untuk tidak menyerah,” ujar Ubed.
“Mungkin kalau dibilang, saya masih kalah pengalaman. Saya belum bisa benar-benar melawan tempo permainan dia. Di SEA Games dulu saya bisa main lebih lepas, sementara di sini mungkin agak tegang, apalagi main di Istora dengan banyak penonton,” ungkap pebulutangkis kelahiran 26 Juni 2007 itu.
Meski tak berhasil memenuhi targetnya ke perempat final, Ubed mengatakan mendapat banyak pelajaran berharga dari laganya kali ini. Ia berharap bisa terus meningkatkan kemampuannya di turnamen berikutnya.
“Ada hal positif yang saya dapat. Saya belajar dari dia bagaimana cara menaikkan tempo permainan. Lalu, saat sedang tertinggal, bagaimana tetap bisa mengontrol lawan dengan mengatur pukulan, buangan, dan kecepatan,” jelas Ubed.
“Kalau sesuai target, memang belum tercapai. Sebelum turnamen ini saya sudah diskusi dengan pelatih, targetnya kalau bisa masuk perempat final atau tembus lebih jauh di lapangan besar seperti ini,” ungkap Ubed. (NFA)
