
Tim putra Indonesia menjaga asa di ajang Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 setelah pasangan ganda kedua Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memastikan kemenangan krusial atas Malaysia. Duel panas kedua negara tersaji pada babak penyisihan Grup D, Kamis (5/2), di Conson Gymnasium, Qingdao, China.
Indonesia dan Malaysia terlibat persaingan ketat sejak partai pertama. Pada laga pembuka, Moh Zaki Ubaidillah harus mengakui keunggulan Justin Hoh dua gim langsung, 16-21, 19-21. Malaysia kemudian menjauh setelah ganda pertama Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, kalah dari Junaidi Arif/Roy King Yap melalui pertandingan tiga gim, 13-21, 21-12, 13-21.
Indonesia bangkit di partai ketiga lewat tunggal kedua Prahdiska Bagas Shujiwo yang tampil solid saat menundukkan Eogene Ewe dengan skor 21-12, 14-21, 21-15. Kedudukan pun imbang dan laga penentuan harus ditentukan di partai keempat.
Di sinilah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tampil sebagai penentu. Meski sempat kehilangan gim pertama 16-21, pasangan Indonesia ini berhasil membalikkan keadaan dengan permainan agresif dan penuh keyakinan untuk menang 21-11 di gim kedua dan 21-19 di gim ketiga.
Raymond mengakui laga beregu kali ini terasa berbeda baginya.
“Ini pertandingan pertama saya setelah sekian lama tidak main beregu, terakhir di WJC 2022, jadi agak berbeda rasanya. Selain itu belum tes lapangan setelah dari Thailand, jadi agak kagok tadi di gim pertama,” ujar Raymond yang pekan lalu menjadi runner up di Thailand Masters 2026.
Ia menambahkan bahwa kunci kemenangan ada pada fokus di poin-poin kritis.
“Di akhir gim ketiga lebih konsentrasi lagi saja karena poin-poin itu paling penting, fokus satu poin demi satu poin.”
Sementara itu, Joaquin bersyukur bisa tampil lepas dan tanpa kendala fisik.
“Puji Tuhan bermain sangat lancar, tidak ada cedera. Saya rasa permainan kami cukup all out,” katanya.
Joaquin menilai perubahan strategi menjadi faktor pembeda.
“Di gim pertama kami banyak membuang poin. Di gim kedua mencoba mengganti plan dengan bermain lebih agresif dan puji Tuhan berhasil. Di gim ketiga memang kejar-kejaran, tapi kami lebih meyakini satu sama lain bahwa kami bisa.”
Pengalaman bermain di laga penentuan beregu sebelumnya juga membantu Joaquin tetap tenang.
“Kalau tertekan mungkin ada, tapi saya pernah berada di situasi seperti ini. Jadi seperti flashback bagaimana caranya tetap tenang dan berusaha menyumbang poin.” Pungkas Joaquin.
Saat berita ini diturunkan Tengah bertanding laga penentu Tunggal ketiga Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melawan Kong Wei Xiang. (AH)
