
Perjuangan pasangan ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari pada kejuaraan bulutangkis German Open 2026 akhirnya terhenti. Babak kedua menjadi hasil terbaik bagi ganda yang belum lama disandingkan ini. Apri/Lanny harus mengubur impiannya dalam-dalam usai ditaklukkan oleh ganda Jepang yang menjadi unggulan kelima Kao Osawa/Mai Tanage dengan skor 13-21, 17-21.
Ditemui oleh tim Humas dan Media usai pertandingan, Apri masih menyisakan rasa kesalnya usai dihentikan ganda Jepang berperingkat 19 dunia. Apalagi pada gim kedua Apri/Lanny sempa tmemimpin hingga 15-10. Apri menilai hasil yang dicapainya bersama Lanny di kejuaraan German Open 2026 akan dijadikan pembelajaran.
“Pasti ada rasa penyesalan, ada rasa marah, dan tentu ada rasa kesal dengan hasil hari ini. Tapi kami harus kembali melihat ini sebagai bagian dari proses kami berdua. Saya dan Lanny memang baru menjalani beberapa pertandingan bersama, sejauh ini baru tiga turnamen. Jadi masih banyak hal yang harus kami benahi,” ucap Apri dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Ke depan, ketika kami sedang berada di momentum yang baik, kami harus bisa lebih konsisten. Tadi di gim kedua sebenarnya kami sudah unggul, tapi justru bisa dikejar hingga 15-15 dan setelah itu kembali tertinggal 15-17. Di momen itu kami kurang konsisten satu sama lain dan kurang tenang dalam mengambil keputusan. Jadi memang masih banyak proses yang harus kami jalani bersama sebagai pasangan,” sambungnya.
“Di gim kedua sebenarnya dari awal kami sudah mendapatkan pola permainan dan sempat memimpin sampai 15-10. Tapi setelah itu kami terlalu lengah. Saat lawan mulai mengejar hingga menyamakan kedudukan, kami justru jadi bingung sendiri dan tidak bisa menjaga ritme permainan,”ujar Lany.
“Itu yang harus menjadi evaluasi kami, terutama dalam menjaga fokus dan ketenangan saat sudah unggul supaya ke depan tidak terulang lagi,” pungkasnnya. (AR)
