Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Perodua Malaysia Masters 2026] Perang Saudara di Ganda Putri Pada Babak Pertama
19 Mei 2026
[Perodua Malaysia Masters 2026] Perang Saudara di Ganda Putri Pada Babak Pertama
 
 

Undian kejuaraan bulutangkis Perodua Malaysia Masters 2026 tidak bersahabat dengan ganda putri Indonesia. Perang saudara langsung terjadi pada babak pertama pada kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 500. Tragis memang, dua ganda putri yang turun pada kejuaraan yang dilaksanakan di Stadium Axiata Arena, KL Sports City, Bukit Jalil, Kuala Lumpur,Malaysia harus bertemu di babak pertama. Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari berhadapan dengan rekannya Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine. Hari ini (19/5), Apri/Lanny yang lebih senior bisa meredam kecepatan bermain juniornya. Apri/Lanny menang walau harus bersusah payah dengan 22-20, 19-21, 21-17 dari rekannya yang biasa dipanggil Hira/Jani.

“Sebelumnya Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan tanpa cedera. Tadi saat gim pertama dan kedua kami sempat unggul jauh tapi setelah itu bukan makin kami tekan pola permainannya tapi malah seperti mengendurkan. Terlalu banyak main bertahan lalu ketika mereka ambil kontrol serangannya kami panik jadi banyak melakukan kesalahan,” tutur Lanny dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.

Evaluasi kekalahan dari kejuaraan Thailand Open rupanya langsung dipraktekkan oleh Apri/Lanny. Mereka berusaha untuk tetap tampil tenang walau dalam posisi tertekan.

“Kami belajar dari Thailand Open pekan lalu, kami sudah unggul jauh di gim ketiga tapi tersusul dan kalah. Di sini kami harus bisa tetap tenang, tetap cari poin ketika posisi sedang terkejar. Memang disayangkan ketika harus ketemu teman sendiri di babak pertama apalagi di sini kami hanya dua pasangan,” lanjut Lanny.

“Di gim ketiga kami coba untuk lebih agresif lagi mainnya. Kami saling mengingatkan untuk terus konsisten dengan pola permainan yang kami bisa mendapatkan poin demi poin. Kami harus terus konsisten dengan pola yang kami mainkan. Dengan kondisi lapangan di sini yang ada menang dan kalah anginnya jadi harus tahu bagaimana kebutuhan dapat poinnya,” ucap Apri.

“Hira/Jani dengan bisa ke delapan besar di Thailand Open terlihat sekali progres mereka. Pola permainannya semakin terbentuk,” sambung Apri mengomentari juniornya.

Di babak kedua Apri/Lanny akan menantang unggulan keenam asal China, Chen Fan Shu Tian/Luo Xu Min. (AR)