
Langkah pebulutangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie pada babak pertama di kejuaraan All England 2026 harus ditempuh dengan susah payah. Pemain yang akrab disapa dengan Jojo ini harus bekerja keras untuk bisa melewati babak pertama yang dimainkan hari ini (4/4) pada kejuaraan bulutangkis tertua. Pemain dari Singapura Heng Jason Teh yang menjadi lawan Jojo sempat mencuri gim kedua. Untungya Jojo bisa mengunci kemenangan dengan skor 21-11, 1021-, 21-15 dalam waktu tepat satu jam.
Jojo merasa harus beradaptasi lebih lama untuk bisa menaklukkan shutlecock yang digunakan. Shutlecock dirasa Jojo dirasa lebih lambat sehingga memerlukan tenaga yang lebih.
“Tidak menyangka shuttlecocknya lumayan berat dan tidak ada angin, mirip dengan kondisi di All England 2024 tapi laju bolanya lebih lambat. Jadi memang lebih banyak menggunakan tenaga, banyak menggunakan power. Harus lebih sabar lagi dan lebih tenang. Beberapa kali pukulan-pukulannya tidak pas, ketika smash misalnya bolanya agak berhenti,” ujar Jojo dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“All England adalah salah satu turnamen yang menjadi target saya. Event yang besar dengan poinnya pun juga cukup besar. Setelah India Open, turnamen terakhir saya, lebih banyak persiapan menuju ke sini. Dari psikologisnya, dari fisiknya dan dari cara mainnya,” ujarnya.
“Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, ya inilah maksudnya big event, pressure-nya itu pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah. Kita harus masih mencari situasi, kita harus mencari feel-nya lagi di mana lawan-lawannya juga sekarang jauh lebih merata. Saya melihatnya sih cukup baik banyak pemain bagus dan juga pemain muda jadi siapapun bisa menang. Tapi memang harus menganggap setiap partai itu adalah partai final,” sambungnya.
Jojo yang menjadi unggulan keempat akan bertemu pemain dari Chinese Taipei Lin Chun Yi pada babak kedua yang akan digelar besok (5/4). Tercatat sudah lima kali Jojo berhadapan dengan lawan berperingkat 11 dunia. Sejauh ini Jojo masih unggul dalam rekor pertemuan dengan tiga kemenangan dan dua kekalahan. Sayangnya pada dua pertemuan terakhir, kemenangan justru direbut oleh lawan. (AR)
