
Satu amunisi tunggal putra Indonesia kandas di babak kedua pada kejuaraan bulutangkis All England 2026. Jonatan Christie yang tadinya diandalkan untuk bisa merebut gelar juara seperti yang ia raih pada tahun 2024 akhirnya harus terhenti hari ini (5/3). Babak kedua menjadi hasil maksimal dari pemain yang akrab disapa dengan Jojo. Ia dihentikan pemain dari Chinese Taipei, Lin Chun Yi dalam dua gim 19-21, 12-21.
Jojo terlihat kesulitan pada dua gim yang dimainkan. Ia juga mengaku kurang sabar menghadapi rapatnya pertahanan lawan.
“Puji Tuhan tetap bersyukur walau hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan tapi saya rasa saya sudah melakukan yang terbaik. Lin Chun-Yi bermain sangat baik juga hari ini sementara saya tadi beberapa kali sedikit ada miss dari penerapan strateginya. Secara keseluruhan adan hal yang bisa dievaluasi lagi,” ujar Jojo dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Dia bermain jauh lebih cepat, terus juga dia punya beberapa variasi pukulan juga yang cukup menyulitkan. Dan nggak gampang dimatiin gitu. Jadi mungkin dari hal itu saya kurang tenang, kurang bisa lebih sabar. Kalau ditanya karena pengaruh saya lama break dari turnamen, saya rasa tidak ada,” sambungnya.
Gugurnya Jojo melengkapi tumbangnya pemain-pemain unggulan pada kejuaraan yang dilaksanakan di Utilita Arena Birmingham, Inggris. Unggulan pertama dari China Shi Yu Qi malah harus angkat koper pada babak pertama. Harapan Indonesia kini bertumpu pada Alwi Farhan. Juara tunggal putra Daihatsu Indonesia Masters 2026 asal Indonesia ini akan menghadapi unggulan ketujuh asal Chinese Taipei, Chou Tien Chen. (AR)
