
Tim ganda campuran Indonesia harus mengubur mimpi untuk meraih medali di Badminton Asia Junior Championships (AJC) 2026.
Hasil tersebut dipastikan setelah satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di babak perempat final, Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti, kalah dari pasangan Malaysia, Ahmad Redzuan/Low Zi Yu, dengan skor 21-19, 15-21, 9-21 di Yatsushiro City General Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Jumat (3/7) malam.
Meski demikian, Kepala Pelatih Ganda Campuran Pratama Pelatnas PBSI, Muhammad Rijal, menilai penampilan Moses/Reya sepanjang AJC layak diapresiasi.
"Kami memang hanya menyisakan satu wakil di perempat final. Moses/Reya menunjukkan kualitas dan perkembangan yang baik selama bertanding. Menurut saya, mereka memiliki potensi yang bagus untuk masa depan ganda campuran Indonesia," ujar Rijal.
Karena itu, Rijal telah menyiapkan strategi khusus agar Moses/Reya tampil lebih matang saat berlaga di World Junior Championships (WJC) 2026 yang akan digelar di Mesir pada Oktober mendatang.
"Di samping itu, pertandingan tadi menunjukkan betapa pentingnya pengalaman bertanding. Pasangan Malaysia memiliki jam terbang yang lebih banyak di level internasional, dan harus diakui pasangan kita kalah dalam hal pengalaman. Apalagi, tim ganda campuran Indonesia yang datang ke sini merupakan pemain-pemain asal klub, sehingga kami hanya memiliki waktu persiapan sekitar 36 hari di Pelatnas," tutur Rijal.
"Saya ingin Moses/Reya diberi kesempatan mengikuti beberapa turnamen internasional sebagai ajang uji coba sebelum WJC. Hal itu sangat penting untuk membangun mental bertanding mereka. Sementara untuk pasangan lainnya, kami akan melakukan evaluasi dalam beberapa waktu ke depan. Tidak menutup kemungkinan kami juga akan memberikan kesempatan kepada pemain lain yang tidak tampil di AJC untuk bersaing memperebutkan tempat sebagai wakil Indonesia di WJC nanti," lanjut Rijal.
Sebelumnya, tim ganda campuran menargetkan raihan medali pada AJC 2026. Meski target tersebut belum tercapai, Rijal tetap melihat prospek yang menjanjikan dari sektor ganda campuran junior Indonesia.
"Dengan hasil ini, kami mohon maaf karena ganda campuran belum mampu memenuhi target. Namun, kami sudah memaksimalkan segala persiapan hingga perjuangan di pertandingan terakhir. Yang jelas, saya melihat ada potensi besar dari para pemain ganda campuran junior saat ini," pungkas Rijal. (AH)
