
Tinta emas kejuaraan dunia bulutangkis atau BWF World Championships masih menyebut nama Indonesia sebagai negara yang menjadi pengumpul gelar juara terbanyak pada sektor ganda putra. Tercatat sepuluh gelar juara bisa direbut pasukan Cipayung dari kejuaraan bulutangkis paling bergengsi. Saingan terdekat Indonesia hanya datang dari China. Negeri tirai bambu menguntit Indonesia pada posisi kedua dengan raihan delapan gelar juara.
Indonesia mengawali kisah sukses pada ganda putra pada tahun 1977 pada saat untuk pertama kalinya kejuaraan dunia bulutangkis digelar. Pasangan Tjun Tjun/Johan Wahyudi menjadi yang terbaik masa itu. Nama mereka pun tercatat sebagai pasangan yang meraih gelar juara ganda putra untuk pertama kalinya. Gelar kedua bagi Indonesia diperoleh pada tahun 1980. Kali ini giliran pasangan Ade Chandra/Chhristian Adinata yang menjadi kampiun.
Indonesia harus menunggu lama untuk meraih gelar juara ganda putra untuk ketiga kalinya. Butuh tiga belas tahun menunggu gelar lanjutan dari sektor ganda putra. Era baru ganda putra Indonesia ditandai dengan hadirnya pasangan Ricky Subagja/Rexy Mainaki. Pasangan inilah yang muncul sebagai generasi baru kejayaan ganda putra Indonesia. Ricky/Rexy menjadi juara pada tahun 1993. Tidak hanya sekali Ricky/Rexy memborong gelar juara untuk kedua kalinya pada tahun 1995 saat kejuaraan diselenggarakan di Lausanne, Swiss.
Kedigjayaan ganda putra Indonesia berlanjut. Masa Ricky/Rexy berganti dengan munculnya Candra Wijaya/Sigit Budiarto yang mencuat menjadi juara pada tahun 1997. Sayangnya pada pelaksanaan tahun 1999 gelar lepas ke Korea direbut Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon. Pada tahun 2001 giliran pasangan Tony Gunawan/Halim Haryanto menjadi yang terbaik. Tony sebenarnya meraih gelar keduanya pada tahun 2001, namun masa itu ia mengenakan bendera Amerika Serikat bersama Howard Bach.
Munculnya pasangan China Chai Yun/Fu Haifeng membuat peta kekuatan ganda putra beralih ke negeri tirai bambu. Tetapi Indonesia punya jagoan baru yang bisa mencuri gelar pada tahun 2007 melalui Markis Kido/Hendra Setiawan. Hendra Setiawan menambah panjang perbendaharaan gelar juara bagi ganda putra Indonesia. Hendra yang berpasangan dengan pemain asal PB Djarum Mohammad Ahsan, bisa menorehkan sejarah sebagai pasangan ganda putra Indonesia yang merebut gelar juara terbanyak pada kejuaraan dunia. Total Hendra/Ahsan meraih tiga gelar juara pada kejuaraan dunia. Hendra/Ahsan mempersembahkan gelar juara masing-masing pada tahun 2013, 2015 dan 2019.
Kini Indonesia tengah menanti munculnya kembali pasangan ganda putra yang bisa mencuri perhatian dengan meraih gelar juara. Akankah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri atau pasangan muda Nikolaus Joaquin/Raymond Indra ? atau justru pasangan non pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani ?. (AR)
