
Kejutan kembali mewarnai ajang BWF World Championships 2026. Dan kembali pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah membuat kejutan. Jika kemarin (20/7) Amri/Nita membungkam juara All England 2026, hari ini (21/8) di babak perempat final, giliran unggulan kesebelas asal Chinese Taipei Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang tumbang ditangan Amri/Nita. Hanya dalam dua gim Amri/Nita memulangkan lawan berperingkat 12 dunia dengan skor 21-18, 21-9. Menang dari ganda Chinese Taipei membuat Amri/Nita melesat ke babak semifinal.
Lolos ke semifinal membuat targer yang dicanangkan bisa terpenuhi. Kunci kemenangan pada dua pertandingan tadi adalah komunikasi dan saling menguatkan satu sama lain.
“Alhamdulillah lega dan bersyukur, target yang diberikan kepada kami bisa tercapai tapi belum selesai. Kami masih belum puas, akan kasih yang terbaik buat besok biar bisa lebih lagi warna medalinya,” ungkap Amri dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Komunikasi menjadi kunci keberhasilan kami hari ini, saling percaya satu sama lain, ada yang buat salah tapi tidak saling menyalahkan, kami mencari solusinya bareng-bareng di lapangan. Kami tertinggal di interval gim pertama tapi pelan-pelan bisa mengejar dan akhirnya dapat permainan yang kami inginkan. Dari situ kami tidak mau lepas, tetap fokus poin per poin,” sambung Amri.
“Banyak lika-liku di persiapan kami ke sini, tidak cukup banyak waktu tapi kami terus berusaha. Target memang dapat medali tapi kami tidak menyangka kami bisa melewati situasi yang bisa dibilang cukup sulit ini,” lanjut Amri.
“Pasangan Taipei ini speed-nya lebih cepat daripada yang kemarin kami lawan jadi tadi coba mengimbangi kecepatan mereka. Di awal saya banyak mati sendiri tapi semangat dari kak Amri memotivasi saya untuk bisa tampil lebih baik. Saya terus coba pegang permainan depannya, kami bisa unggul dari servis dan terima servis,” tutur Nita.
Pada babak sekmifinal besok (22/8), Amri/Nita akan menantang unggulan pertama dari China Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Ganda China memang lebih diunggulkan. Selain mereka adalah ganda campuran nomor satu dunia, rekor pertemuan pun masih dipegang ganda China. Empat kali pertemuan sudah terjadi dengan kemenangan semuanya direbut ganda China. (AR)
