
Langkah tim bulutangkis beregu putra Indonesia untuk segera menyegel tiket semifinal harus tertunda. Indonesia kini ditahan imbang 2-2 oleh Malaysia pada babak perempat final ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, pada Selasa (22/9).
Kedudukan sama kuat ini terjadi setelah ganda putra kedua Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, gagal mengamankan poin di partai keempat. Leo/Daniel terpaksa mengakui keunggulan pasangan racikan baru Malaysia, Aaron Chia Teng Fong/Tee Kai Wun, lewat pertarungan rubber game dengan skor 21-17, 16-21, 13-21.
Menanggapi kekalahan tersebut, Daniel Marthin menyampaikan permohonan maafnya karena belum bisa menyumbang poin penentu bagi tim Merah Putih. Ia mengakui adanya kendala di game kedua dan ketiga yang membuat permainan mereka tertekan.
"Tadi kami mohon maaf tidak bisa menyumbang poin hari ini. Tapi tadi mereka bermain cukup baik di game kedua dan ketiga. Terus juga kami di game kedua dan ketiga kalah start-nya, jadi mereka lebih percaya diri. Kami awal-awal jadi tertekan jadinya," ungkap Daniel usai pertandingan.
Sementara itu, Leo Rolly Carnando menyoroti faktor adaptasi shuttlecock dan keberanian pasangan Malaysia. Meski Aaron Chia dan Tee Kai Wun diturunkan sebagai pasangan dadakan, Leo menilai keduanya justru bisa bermain sangat nyaman dan tanpa beban.
"Mungkin di sini bolanya cocok ya untuk mereka. Memang bolanya pertama cukup kencang, tapi setelah rally beberapa pukulan ada bola lambat. Terus mereka lebih berani ngadu, apapun dia pukul rasanya enak aja buat mereka," jelas Leo.
Meski berhadapan dengan pasangan baru, Leo merasa tidak ada perubahan pola permainan yang signifikan dari kubu Malaysia. "Polanya sih nggak beda jauh ya. Mungkin kalau Malaysia kan memang kurang lebih semua sama, jadi ya tadi tinggal ngadu di pukulannya aja sih," tambah Leo.
Sebelum kekalahan di partai keempat, Indonesia sejatinya sempat tertinggal lebih dulu setelah kehilangan poin di partai pembuka melalui tunggal putra Jonatan Christie.
Namun, asa Indonesia berhasil dibangkitkan oleh ganda putra pertama, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Turun di partai kedua, Fajar/Fikri merebut poin perdana untuk Indonesia setelah menang dramatis atas pasangan Goh Sze Fei/Mohd. R. Nur Izzuddin lewat rubber game dengan skor 21-15, 19-21, 21-10.
Momentum tersebut dilanjutkan dengan gemilang oleh tunggal putra muda, Alwi Farhan, di partai ketiga. Menghadapi Justin Shou Wei Hoh, Alwi tampil solid dan berhasil membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 usai mengamankan kemenangan dua gim langsung 21-19, 21-19.
Kini, dengan kedudukan imbang 2-2, nasib tim beregu putra Indonesia harus ditentukan di partai kelima alias partai hidup mati. Beban berat sekaligus peluang besar kini berada di pundak tunggal putra ketiga, pemain besutan PB Djarum, Moh Zaki Ubaidillah, yang akan berhadapan dengan wakil Malaysia, Eogene Ewe Eon. (NFA)
