
Tunggal putra Indonesia, Richie Duta Richardo, sukses melangkah mulus ke babak 16 besar ajang Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Tiket tersebut diamankan usai Richie memenangi laga bertajuk "perang saudara" melawan kompatriotnya, Dendi Triansyah, dalam pertarungan dua game langsung dengan skor 21-13, 21-14.
Pertandingan babak 32 besar ini berlangsung di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu (21/10). Richie yang sebelumnya mendapatkan bye di babak 64 besar, tampil mendominasi sejak awal laga.
Meski sempat memiliki catatan kurang manis usai kalah dari Dendi pada ajang Seleksi Nasional (Seleknas) sebelumnya, Richie mengaku tidak ingin terbebani oleh rekor pertemuan. Ia memilih fokus memberikan penampilan terbaik di hadapan publik Kudus.
"Dari awal saya mikir enggak usah mikir macam-macam, yang penting bisa main maksimal saja. Saya enggak mau mikirin head-to-head, yang penting berikan yang terbaik untuk pertandingan," ungkap Richie usai laga.
Kemenangan ini sekaligus menjaga tren positif Richie yang sedang diselimuti kepercayaan diri tinggi. Pemain yang telah mengoleksi tiga gelar di level International Challenge (IC) tersebut mengaku menjadikan turnamen ini sebagai batu loncatan untuk membidik prestasi di level yang lebih tinggi.
"Pengalaman ini bagus untuk main di level yang lebih atas. Saya mau dapat gelar yang levelnya lebih di atas lagi seperti Super 100 dan 300. Kelihatan pastinya kurangnya di mana kalau main di level atas," jelas pebulutangkis yang kini menempati peringkat 55 dunia tersebut.
Selanjutnya di babak 16 besar, ujian lain sudah menanti Richie. Ia dijadwalkan menantang seniornya di Pelatnas PBSI, Anthony Sinisuka Ginting.
Anthony sendiri sukses melaju ke perdelapan final setelah mengandaskan perlawanan tunggal putra Taiwan, Zhe Ying Wu. Pemain sarat pengalaman itu menang dengan skor identik 21-17, 21-17.
Menanggapi pertemuannya dengan sang senior, Richie mengaku tidak gentar dan siap memberikan perlawanan sengit. Berbekal kebiasaan berlatih bersama di Pelatnas, ia merasa sudah cukup memahami gaya permainan Anthony.
"Di latihan juga sudah sering ketemu, soalnya kan satu tempat latihan di Pelatnas. Untuk cara main sama-sama sudah tahu. Jadi, lihat besok saja siapa yang lebih siap," tegas Richie mantap.
Kiprah Richie di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 tidak sekadar mengincar gelar juara, tetapi juga mendulang poin demi memperbaiki peringkat dunia. Ia mematok target menembus posisi 50 besar BWF pada akhir tahun agar dapat memenuhi syarat bermain di turnamen BWF Super 1000 tahun depan. (NFA)
