
Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, sukses memastikan raihan medali di nomor perorangan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kepastian tersebut didapat setelah mereka menyingkirkan wakil Korea Selatan, Jo Sung Hyun/Jeong Na Eun, di babak perempat final.
Berlaga di City Municipal Gymnasium, Ichinomiya, Jepang, pada Minggu (27/9), Amri/Nita dipaksa bermain hingga rubber game. Lewat pertarungan sengit dan mendebarkan, pasangan Indonesia akhirnya mengunci kemenangan dengan skor akhir 21-9, 12-21, dan 21-19.
Pertandingan tersebut berlangsung dramatis, khususnya di game penentu. Nita mengungkapkan bahwa mereka sempat berada di bawah tekanan dan tertinggal poin cukup jauh sebelum akhirnya mampu bangkit di momen penentuan.
"Kami dari awal game ketiga terus tertekan, poin pun ketinggalan terus. Tapi di poin-poin kritis kami bisa membalikkan keadaan dan menang. Itu membuat lega dan selebrasinya cukup emosional," ujar Nita usai pertandingan.
Bagi Nita, keberhasilan ini adalah buah dari tekad yang kuat dan rasa tidak mau kalah yang begitu besar. Ia sadar betul betapa berharganya ajang multievent ini. "Asian Games digelar empat tahun sekali, jadi kami ingin mempersembahkan medali untuk Indonesia dan terutama untuk tim ganda campuran yang sudah selalu percaya sama kami, selalu membantu kami. Tadi di lapangan rasa tidak mau kalahnya sangat-sangat besar," tambahnya.
Kebahagiaan yang sama turut dirasakan oleh Amri Syahnawi. Ia mengakui bahwa modal medali yang didapat dari nomor beregu sebelumnya menjadi suntikan energi yang luar biasa bagi mereka berdua.
"Sangat senang bisa menyumbang medali untuk Indonesia dari sektor kami di ganda campuran. Pastinya dapat medali di beregu menambah motivasi, daya juang, dan percaya diri kami," ungkap Amri.
Amri juga memberikan apresiasi kepada pasangan Korea Selatan yang sempat memberikan perlawanan menyulitkan. "Pasangan Korea bermain sangat baik. Mereka punya speed yang bagus, defense yang kuat. Jeong Na Eun juga sangat tenang di lapangan. Tidak mudah memang hari ini, tapi alhamdulillah kami bisa mengatasinya," tutur Amri.
Dengan lolos ke semifinal, Amri/Nita otomatis sudah menyegel setidaknya medali perunggu. Namun, tantangan berat sudah menanti di depan mata. Pada laga semifinal esok hari (28/9), mereka akan menghadapi laga sarat gengsi melawan ganda campuran tangguh unggulan China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Laga ini sekaligus menjadi ajang ulangan babak semifinal Kejuaraan Dunia sebelumnya.
"Besok kami akan rematch semifinal Kejuaraan Dunia melawan Feng/Huang. Pastinya kami menantikan partai ini, semoga kali ini kami bisa dapat hasil yang lebih baik. Kami harus lebih siap dengan pola-pola mereka dan start-nya jangan sampai ketinggalan," pungkas Amri menatap laga penentuan tiket ke final. (NFA)
