
Satu gelar juara berhasil direbut Indonesia dari kejuaraan bulutangkis Hylo Open 2026. Gelar juara dipersembahkan oleh pasangan ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi dari kejuaraan dengan level BWF World Tour Super 500 yang berlangsung di Jerman. Pasangan yang akrab disapa dengan Fadia/Tiwi memboyong gelar juara dengan menumbangkan unggulan pertama dari Chinese Taipei Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun. Pada babak final yang berlangsung hari ini (1/11), Fadia/Tiwi menang dalam dua gim 21-18, 21-19. Selain itu satu runner up juga dibawa pulang Indonesia melalui Jonatan Christie. Jojo, demikian ia biasa disapa, pada babak final harus mengakui ketangguhan pemain India Lakshya Sen dengan kedudukan akhir 17-21, 10-21
Baik Fadia maupun Tiwi menyadari jika lawan memiliki kemampuan yang baik. Bermain sabar dan tetap fokus pada pertandingan menjadi kunci kemenangan kali ini.
“Perasaannya sangat senang dan bersyukur bisa upgrade gelar sama Fadia. Permainan tadi cukup ketat, dari awal sampai game poin, tapi kami mencoba untuk tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru,” ujar Tiwi dikutip dari tim Humas dan Media PP PBSI.
“Coach Karel banyak mengingatkan untuk lebih berani, saling menutup satu sama lain, nekat, dan memaksa karena ini match terakhir,” sambung Tiwi..
“Gelar ini sangat berarti bagi saya untuk modal kami melaju lebih jauh lagi. Gelar ini dipersembahkan untuk Coach karel, Coach Nitya, Coach Kelana, tim ganda putri Indonesia, keluarga dan pasangan saya yang selalu mendukung saya bagaimanapun keadaan saya, tidak lupa seluruh rakyat Indonesia yang selalu percaya dan mendukung kami,”ungkap Tiwi.
“Alhamdulillah sangat senang dan bahagia karena kami bisa mengambil gelar di super 500 kali ini. Secara permainan sebenarnya tidak ada yang berubah dari lawan, kami menerapkan strategi yang sama di game pertama dan game kedua, namun di game kedua kami terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri dan lawan jadi lebih berani buat menyerang kami,” tutur Fadia.
“Tahun 2023 saya mencapai babak final Hylo Open bersama Apriyani Rahayu. Sempat ada trauma, karena di game pertama sudah menang namun di game kedua kak Apriyani saat itu cedera. Sebelum pertandingan agak kebayang-bayang juga dan sedihnya ada juga, tapi berusaha fokus lagi pas udah di lapangan, lebih tenang dan lebih atur nafasnya lagi,” kata Fadia.
“Target ke depannya, pastinya ingin mencapai level yang lebih tinggi lagi dan ini kesempatan kami karena tidak banyak pemain top yang ikut dan Alhamdulillah kami bisa memaksimalkan kesempatan yang ada dan meraih gelar juara,” pungkas Fadia. (AR)
