
Pasangan ganda taruna putri PB Djarum, Yasintha Ristyna Putri/Adelia Nirul M, sukses melangkah ke babak perempat final turnamen Piala Kapolri 2026, usai menghadang Asah Nailu Rahmaniyah/Gadis Dwisetyo Aprilia (Pelatprov PBSI Jawa Timur). Di babak 16 besar ini, Yasintha/Adelia menang 21-14, 21-13 pada laga yang digelar di GOR UNJ, Jakarta Timur, Rabu (29/7).
Tampil percaya diri, Yasintha/Adelia mampu mendominasi jalannya pertandingan. Meski kondisi di lapangan cukup menantang, keduanya berhasil mengatasinya dengan baik.
"Tadi mainnya sudah enak. Walaupun lapangannya berangin ke samping-samping, kani bisa mengontrol dan tetap main bagus," ungkap Yasintha seusai pertandingan.
Senada dengan pasangannya, Adelia juga merasa permainan mereka hari ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti. "Hari ini rasanya cukup baik, masih lancar dan tidak ada yang menyulitkan," tambah Adelia.
Di babak perempat final, Yasintha/Adel akan menghadapi Nadim Syamila Rahman/Rachael Zefanya Kusnadi (Jaya Raya Jakarta). Pasangan ganda taruna putri ini mengaku akan lebih mempersiapkan mental dan fokus di lapangan.
"Mungkin besok kita lebih meningkatkan fokus dan konsentrasinya saja di lapangan. Sama komunikasi antar kaminya juga," jelas Yasintha.
Motivasi Yasintha/Adelia di Piala Kapolri 2026 ini tengah berada di puncak. Pasalnya, mereka datang dengan status mentereng usai merengkuh gelar juara di turnamen Pembangunan Jaya Raya Junior International Grand Prix 2026 beberapa waktu lalu. Target utama mereka kini di ajang ini adalah mempertahankan performa dan kembali membawa pulang gelar juara.
Lebih dari sekadar gelar, hasil di Piala Kapolri 2026 juga menjadi krusial bagi langkah mereka menuju ajang bergengsi BWF World Junior Championships (WJC) 2026. Tiket menuju WJC masih sangat bergantung pada hasil akumulasi dari turnamen PJR, Piala Kapolri, dan Sirkuit Nasional 2026 di DKI Jakarta mendatang.
Bekal Yasintha/Adel untuk menembus WJC terbilang cukup solid. Keduanya saat ini juga tengah menjalani program latihan di Pelatnas PBSI selama lebih dari satu bulan. Pengalaman tersebut diakui membawa dampak positif yang signifikan bagi permainan mereka.
"Yang paling bertambah itu fisiknya, lalu sparring-nya juga dengan pemain yang lebih senior. Latihan di sana menambah motivasi dan wawasan, jadi kami bisa melihat bagaimana kekuatan lawan-lawan kami ke depannya," pungkas Yasintha. (NFA)
