Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Orang Tua Dibalik Kesuksesan Atlet
02 September 2010
Orang Tua Dibalik Kesuksesan Atlet
 
 

Dibalik kesuksesan seorang atlet sering kali karena dukungan penuh dari Orang tua. Demikian pula dengan dua pebulutangkis bersaudara Fran Kurniawan dan Fernando Kurniawan yang lebih akrab dipanggil Edo. Fran dan Edo harus mengalami kenyataan bahwa mereka dibesarkan sendiri oleh sang mama setelah kedua orang tua nya bercerai. Perjuangan sang mama telah menginspirasi anak-anaknya untuk berhasil dalam bidang yang ditekuninya dimana mama Fran dan Edo harus berjualan empek-empek untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Meskipun awalnya mamanya sempat ragu ketika Fran akan berkarir di dunia bulutangkis namun akhirnya dukungan penuh diberikan untuk anak-anaknya. "Saya sudah mengambil resiko dengan menjadi pebulutangkis. Saya bertekad membayarnya dengan prestasi," ungkap Fran.

Fran Kurniawan awalnya tertarik bermain bulutangkis ketika menonton pertandingan Hariyanto Arbi di televisi. "Saya terkesan dengan smes loncat Hariyanto Arbi," ungkap Fran yang memulai karir di bulutangkis diumur 11 tahun. Sementara sang adik, Edo awalnya tertarik pada olahraga basket. Namun setelah sering melihat Fran latihan maka timbul keinginan mengikuti jejak sang kakak. Kondisi keluarga yang kurang sempurna juga merupakan motivasi tersendiri bagi Fran dan Edo. "Pandangan buruk kepada anak-anak yang orang tuanya  berpisah ingin saya hapus dengan prestasi," tutur Fran. "Keluarga kadang direndahkan karena mama yang single parent, menjadi pendorong saya untuk berprestasi," ungkap Sang adik Edo menambahkan.

Dukungan besar orang tua juga ditunjukkan oleh papa dan mamanya Febby Angguni. Sebuah cerita terungkap bagaimana mamanya dalam keadaan hamil tua tetap nonton menonton Febby di sebuah pertandingan di Tegal. "Saya sudah minta mama untuk tidak berangkat tetapi ketika saya main dibabak perempat final, saya lihat mama dan papa ada di tribun penonton," cerita Febby. Kemudian besoknya di pertandingan semi final yang berlangsung malam hari, saat bertanding, Febby heran karena di tribun penonton hanya ada papanya saja. Setelah pertandingan, Febby diberitahukan bahwa mamanya mengalami ketuban pecah dan sudah dibawah ke rumah sakit. "Subuhnya mama melahirkan membuat saya bersemangat menatap partai final untuk memberikan kado buat sang adik," lajut Febby. Akhirnya dengan motivasi yang tinggi Febby berhasil memenangkan gelar juara.

Kisah dukungan para orang tua ini terungkap dalam tapping acara kick Andy yang akan ditayangkan stasiun Metro TV pada tanggal 24 September mendatang. Selain kisah ketiga pebulutangkis tersebut dilengkapi pula dengan kisah atlet-atlet sukses lainnya seperti perjuangan orang tua pejudo handal Indonesia, Kresna Bayu dimana lima anaknya menjadi atlet Judo. Bahkan Bayu yang sempat menderita epilepsi terus didorong orang tuanya untuk sukses dalam berkarir. Demikian pula halnya dengan orang tua Grand Master Internasional Wanita pertama Indonesia, Irene Kharisma Sukendar. Untuk membiayai karirnya, orang tua Irene rela menjual rumahnya. Kemudian setelah Irene sukses akhirnya rumah tersebut bisa dibeli kembali. Masih ada juga cerita orang tua pembalab Doni Tata yang harus menggadaikan barang untuk biaya anaknya dan dukungan  orang tua Vicoria Chandra kepada anaknya yang merupakan pegolf peringkat ke-7 yunior dunia. Untuk lebih lengkapnya, jangan lupa dengan waktu tayang acara Kick Andy tanggal 24 September 2010.

Berita Terkait
Galeri Foto Kick Andy di METRO TV