Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Wawancara Dengan Ririn Amelia
12 April 2010
Wawancara Dengan Ririn Amelia
 
 

PBDjarum.com berkesempatan untuk bertemu dan berbincang sejenak bersama Ririn Amelia. Ririn sendiri berhasil menyabet dua gelar sekaligus, ia berdiri di podium tertinggi turnamen Djarum Arena Cirebon bersama Kenas Adi Haryanto untuk kategori ganda campuran di kelas Taruna dan bersama Ummi Khanifah sebagai Juara Ganda Taruna Putri. Ditemui usai pertandingan, Uni -begitu ia akrab disapa- bercerita mengenai impian dan perjuangannya berlatih untuk menjadi atlet caliber dunia.

PB Djarum : Halo Ririn, Selamat ya bisa juara di dua kategori sekaligus! Bagaimana perasannya?

Ririn Amelia : Iya, terima kasih. Seneng banget, akhirnya bisa menang di dua kategori sekaligus, padahal untuk ganda campuran baru dipasangkan satu minggu menjelang keberangkatan Cirebon . Tapi, akhirnya bisa mencapai hasil yang maksimal.

PB Djarum : tadi di Ganda Taruna Campuran bermain tiga set, apakah itu tidak menguras tenaga? Mengingat jeda antara partai final Ganda Taruna Campuran dan Ganda Taruna Putri sangat dekat?

Ririn Amelia : Iya, pertandingan tiga set di partai campuran memang cukup menguras tenaga, apalagi jedanya kurang dari satu jam. Saya juga belum sempat makan. Tapi untung saja barusan gandanya straigt set. Mungkin kalau harus bermain tiga set, saya bisa pingsan dilapangan (sambil tertawa).

PB Djarum : Memang sejak kapan mulai di pasangkan dengan Kenas dan Ummi?

Ririn Amelia : Sama Ummi, mungkin baru sekitar dua bulan, tahun lalu saya berpartner sama Farah di Ganda (Putri). Kalau sama Kenas, baru beberapa hari menjelang berangkat karena kan Kenas juga baru bermain di Ganda. Dia asalnya kan pemain tunggal.

PB Djarum : Bagaimana dulu Ririn mengawali karir bulutangkis, hingga akhirnya bisa sampai hari ini? Menjadi juara di dua nomor sekaligus?

Ririn Amelia : Dulu waktu kecil saya seringnya malah latihan renang, tapi suatu waktu papa bilang kalo papa bosen nganterin saya ke kolam renang, terus papa ngajak aku ke hall. Padahal waktu itu saya nggak tahu hall itu tempat apa, ternyata saya lebih suka maen bulutangkis dibanding renang. Setelah berlatih sendiri akhirnya papa mendaftarkan saya ke PB Semen Padang.Ririn Amelia dan Ummi Khanifah saat menerima piala

PB Djarum : Kapan dan kenapa memutuskan untuk pindah ke Jakarta?

Ririn Amelia : sekitar tahun 2007, waktu itu saya ngotot ingin ke Jakarta, karena pembinaan dan persaingan atlet di daerah kan tidak seperti di Pulau Jawa. Saya pun bertekad untuk ke Jakarta. Tapi papa sama mama agak sedikit keberatan, soalnya mereka masih ragu dengan masa depan atlet. Namun, karena saya tetap punya mimpi untuk menjadi juara dunia, akhirnya saya tetep ngotot. Saya malah mengancam kedua orang tua saya, saya bilang pindah ke Jakarta untuk bulutangkis atau saya berhenti sekolah. Akhirnya papa sama mama memindahkan saya kesini.

PB Djarum : Waktu itu langsung bergabung dengan PB Djarum?

Ririn Amelia : Tidak, waktu itu saya bergabung dulu bersama PB Tangkas Alfamart, sebagai pemain ganda, baru pada awal tahun 2009 saya bergabung dengan PB Djarum.

PB Djarum : Apa cita-cita terbesarnya?

Ririn Amelia : mungkin ini impian semua pemain bulutangkis, ingin menjadi juara dunia. Mimpi untuk menjadi juara dunia itulah yang selalu menginspirasi saya setiap kali saya bertanding, dan ingin memenangkan semua pertandingan.

PB Djarum : Apa target dan turnamen berikutnya yang akan diikuti?

Ririn Amelia : Mungkin saya akan diberangkatkan ke Riau. Saya selalu memasang target untuk bisa menjadi juara di setiap kejuaraan yang akan saya ikuti.

PB Djarum : Oke, Ririn terima kasih atas waktunya. Dan semoga semua cita-citanya dan targetnya bisa tercapai.

Ririn Amelia : Amin, sama-sama. (IR)