Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Edi Subaktiar : Ngambek dari Atletik, Juara di Bulutangkis
09 April 2010
Edi Subaktiar : Ngambek dari Atletik, Juara di Bulutangkis
 
 

Saat masih sekolah taman kanak-kanak tingkat B, Edi kecil berlari cepat pada seleksi atletik nomor halang rintang tingkat Jawa Timur. Sesaat hampir menyentuh garis finish, tiba-tiba panitia merubah dan memperpanjang batas akhir. Edi kecil pun kaget. Hasrat menuju Ibukota Jakarta yang telah ada di depan mata sirna. Edi kecil kalah dalam berlomba. Kenangan yang menyakitkan hati sangat membekas dalam diri remaja pemalu ini. "kesel, padahal kalau juara, aku dikirim ke Jakarta," kenangnya. Edi kecil pun ngambek. Kontan ia berganti hobi menjadi penggebuk bulu angsa. Sang ayah yang juga merupakan seorang pelatih bulutangkis menangkap keinginan dari sang anak. Maka mulailah pengagum Taufik Hidayat ini berlatih di Klub Sinar, Sidoarjo, Jawa Timur, kota kelahirannya.

Hikmah dari kegagalannya menjadi juara atletik baru terasa sekarang. Berbagai gelar juara bulutangkis telah disandangnya. Di dua sirkuit nasional (Sirnas) penghujung tahun 2009, penggemar grup band Ungu ini berhasil meraih gelar juara ganda Remaja putra bersama dengan Felix Kinalsal. Meski pada Djarum Arena Cirebon 2010, pemilik tinggi 178 cm hanya mampu menjadi runner up, namun ia bertekad untuk menjadi yang terbaik pada Sirkuit Nasional (sirnas) yang akan diselenggarakan di Pekan Baru pekan mendatang. Ia pun segera menyiapkan diri dengan menambah porsi latihan termasuk memperbaiki kekurangan hasil review setelah kalah di Cirebon. Penggemar sate kambing ini menyebut nama pasangan dari Jaya Raya, Rinov/Bayu Tri serta pasangan dari Djarum, Jordan/Rangga sebagai seterunya yang akan ancaman terberat dalam usahanya untuk meraih gelar juara.

Sebelum berpasangan dengan Felix Kinalsal, Edi sempat berpasangan dengan Arya Maulana di ganda putra. "Pasangan dengan Arya komunikasinya lebih lancar. Bisa ngomong pake bahasa jawa," paparnya. Saat ini Arya Maulana masih bertanding di kelompok remaja sedangkan Edi bersama Felix sudah naik ke kelas Taruna. Rencananya pada Sirnas di Pekan baru, Edi bermain rangkap ganda putra dan ganda campuran.

Seperti halnya pemain-pemain bulutangkis lainnya, menjadi juara dunia merupakan cita-cita terbesarnya. (AR/hk)