Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Wawancara Bersama Nurbeta Kwanrico
19 Oktober 2010
Wawancara Bersama Nurbeta Kwanrico
 
 

Nurbeta berhasil meraih gelar juara di kedua nomor yang ia ikuti. Ia berhasil menjadi yang terbaik di nomor ganda campuran taruna bersama Jones Ralfy Jansen. Lalu bersama Gloria Emanulle Widjaja di nomor Ganda Taruna Putri. Sekali menjadi juara, langsung dua gelar ia sabet.

Berikut petikan wawancara PB Djarum bersama gadis yang akrab disapa Beta ini.


PB Djarum : Halo Beta, selamat atas kemenangannya.

Nurbeta : Iya terima kasih.

PB Djarum : Bagaimana rasanya bisa menjadi juara?

Nubeta : Iya senang, apalagi tahun ini saya belum pernah juara. Baru kali ini, dan langsung bisa juara di dua nomor. Dan ini juga tak lain adalah hasil jerih payah saya selama latihan.

PB Djarum : Jadi karena persiapan matang?

Nurbeta : Iya, tetapi selain persiapan yang matang, saya juga lebih fokus dan lebih berkonsentrasi, dan tidak ada beban juga. Jadi mainnya bisa lepas.

PB Djarum : Pertama kali di pasangkan, langsung juara bersama Gloria itu bagaimana strategi pertandingannya?

Nurbeta : Tidak ada strategi khusus, tetapi kalau sama Gloria saya lebih sering berada di belakang, jadi Gloria yang cover depan net.

PB Djarum : Bagaimana Beta mengawali karier di bulutangkis?

Nurbeta : Mulai bulutangkis di kampung halaman, di Samarinda. Umur 9 tahun masuk PB Sumber mas, dan tahun 2007 langsung masuk PB Djarum.

PB Djarum : Nanti Grand Prix Gold pun di Samarinda, Jadi bisa sekalian ketemu keluarga?

Nurbeta : Iya, bisa ketemu mama dan papa.

PB Djarum : Kalau di pertandingan, lebih senang di tonton keluarga atau tidak?

Nurbeta : lebih senang di tonton menjadi penambah semangat, walaupun terkadang ada orang yang grogi saat di tonton orang tuanya.

PB Djarum : Bagaimana target disana? Dan akan berpasangan dengan siapa?

Nurbeta : masih sama Gloria, kalau untuk targetnya main sebaik mungkin, apalagi kan levelnya sudah grand prix gold, pasti banyak pemain yang lebih senior. Menambah pengalaman bertanding.

PB Djarum : Ini akan menjadi Grand Prix Gold pertama, rasanya bagaimana akan bertarung di sana?

Nurbeta : yang jelas sih grogi, kejuaraannya besar.

PB Djarum : Bekal kemenangan ini bisa menjadi modal untuk pergi kesana?

Nurbeta : Menambah percaya diri. Tetapi sepertinya masih sulit untuk bisa menembus babak-babak berikutnya, yang jelas satu per satu saja.

PB Djarum : Apakah pernah merasa jenuh dengan bulutangkis?

Nurbeta : pernah, sempat malah ingin berhenti. Apalagi di sepanjang tahun ini saya belum pernah juara, tapi saya banyak diberi masukan agar berlatih lebih giat
dan akhirnya sekarang saya bisa juara.

PB Djarum : Kalau lagi jenuh, apa yang beta lakukan?

Nurbeta : Jalan-jalan, dengerin musik yang sedang populer.

PB Djarum : Sejauh ini, siapa lawan yang paling berat?

Nurbeta : Dari PB Jaya Raya Dian/Aris

PB Djarum : Cita-cita Beta sendiri bagaimana di bulutangkis?

Nurbeta : Ingin lebih sering juara dulu di Indonesia, lalu menjadi pemain dunia, dan meraih juara dunia serta mengikuti event besar. Step by step dulu.

PB Djarum : Sebagai seorang remaja, Beta sendiri seorang yang gadget freak atau fashionable?

Nurbeta : saya sih lebih suka mengikuti fashion, jadi ga ketinggalan jaman. Kalau alat elektronik ketika saya bener-bener minat saja. Tidak terlalu harus mengikuti tren yang ada.

PB Djarum : Oke beta terima kasih atas waktunya dan sukses di Samarinda.

Nurbeta : sama-sama, terima kasih.