Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Arief Gifar Ramadhan : Bermula dari RT, Berlanjut ke Dunia
08 April 2010
Arief Gifar Ramadhan : Bermula dari RT, Berlanjut ke Dunia
 
 

Adalah seorang bocah kecil berusia empat tahun. Ia menenteng raketnya dengan gagah, masuk ke pelataran tanah yang digunakan untuk bertanding bulutangkis di sebuah kota kecil di Jawa Timur. Ia bertanding dengan penuh semangat melawan bocah-bocah lainnya dari RT-nya serta RT-RT sekitaran. Dan si bocah penuh semangat itu pun menjadi juara.

….

Itulah awal cerita kemenangan Arief Gifar Ramadhan yang saat ini telah berusia 16 tahun. Bermula dari mewakili RT-nya, sembilan tahun kemudian ia telah mewakili negaranya di Singapura melalui kejuaraan Singapore Cheers Youth Championship 2007.

Sejak itu, sudah beberapa kali Gifar bertandang ke negeri seberang. Tahun lalu, ia dikirim ke Jerman, Belanda, dan Selandia Baru. Prestasi terbaik diluar negeri ia toreh dengan menjadi semifinalis di negeri kiwi, New Zealand di kejuaraan Auckland International 2009. Walaupun ia gagal masuk ke final, tetapi perjuangannya di semifinal tersebut tergolong menakjubkan. Ia bersitegang dengan unggulan pertama asal tuan rumah, Joe Wu, lewat rubber set super ketat, 26-24, 18-21, dan 20-22. Walaupun bagi para penyimak, semangat Gifar patut diacungi jempol, Gifar sendiri tidak merasa demikian.

"Tidak berkesan … habisnya kalah," ujarnya menunjukkan secara tidak langsung bahwa ia seorang atlet yang keras terhadap dirinya sendiri.

Tahun ini ia mulai dengan Kejurnas, lalu selanjutnya akan unjuk gigi di Jakarta Open 2010. "Kalau kejuaraan internasional akan dilihat dulu dari prestasi-prestasi dalam negerinya," jelasnya.

Dilahirkan di Kediri, 9 Februari 1994, Gifar kecil yang memulai debut ayun raketnya di usia empat tahun tersebut akhirnya menjadi bagian dari klub Putra Mahesa di kota kelahirannya tersebut selama ia duduk di sekolah dasar (SD). Lulus SD, ia langsung bergabung dengan PB Djarum Kudus.

"Awalnya (saya) tidak bertujuan menjadi atlet," terang Gifar. "Tetapi pas SD juara sekecamatan, terus sekabupaten Jawa Timur, jadi lalu diseriuskan (untuk jadi atlet)."

Koleksi juara Gifar tidak berhenti sampai disitu. Sejak bergabung dengan PB Djarum, ia juga menjuarai Sirnas Jawa Timur 2009, Indocock Surabaya 2009, JPGG Surabaya 2008, PMS Solo Open 2008, Ratih Banten 2008, dan Surya Cup 2007. Target utamanya adalah menjadi juara dunia, tetapi ia akan memulainya secara bertahap, "Dengan menjuarai Sirnas-Sirnas dulu," tukasnya mantap.

Kita tunggu kabar baiknya, ya, Far. (DC)