Wawancara
Home > Berita > Wawancara > Wawancara Bersama Arief Gifar Ramadhan
11 Oktober 2010
Wawancara Bersama Arief Gifar Ramadhan
 
 

Arief Gifar Ramadhan berhasil menjuarai dua dari tiga turnamen nasional yang diikuitnya di tahun 2010 ini. Ia berhasil menjuarai Piala Walikota Surabaya dan merengkuh gelar Djarum Sirkuit Nasional pertamanya di Denpasar minggu lalu. Atlet yang kerap disapa Gifar ini pun berhasil menang dengan menundukkan atlet yang sama, Wisnu Yuli dari PB Surya Baja, Surabaya. Keduanya ia lalui dengan pertarungan penuh peluh. Sedangkan di turnamen Djarum Sirnas Jakarta, Arief batal tampil karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk bertanding. PB Djarum pun berkesempatan untuk berbincang dengan bungsu dari dua bersaudara ini, berikut petikan wawancara yang kami lakukan

PB Djarum    : Halo Gifar, apa kabar?

Gifar             : baik

PB Djarum    : Bagaimana kesannya bisa meraih gelar juara?

Gifar             : senang yang pasti, tapi tentu saja tidak boleh puas dengan hasil yang sudah didapat, malah ini harus menjadi motivasi untuk bisa mencapai prestasi yang lebih baik lagi.

PB Djarum    : Apa rahasia untuk terus menjadi juara?

Gifar             : Saya berada dibawah asuhan Fang Kai Xiang, Om Fang sangat keras dalam melatih dan disiplinnya juga sangat tinggi, meskipun beliau kadang terasa banyak aturan, tapi yang pasti itu berguna untuk saya hingga saya bisa menjadi juara.

PB Djarum     : Apa yang paling tidak disukai dari aturan Om Fang?

Gifar            : Saya gampang sekali naik berat badan, jadi saya dipaksa harus berdiet dan membatasi makanan, itu yang paling tidak saya suka.

PB Djarum   : Berarti sepanjang tahun ini, Gifar belum pernah kalah di turnamen?

Gifar            : Untuk turnamen nasional belum, tapi saya kalah di Singapura Satelite dari atlet Singapura.

PB Djarum   : Apakah ada ketakutan saat berhadapan dengan atlet asing?

Gifar            : Wah justru malah lebih terasa tertantang, karena kan belum pernah bertemu dan ingin tahu kemampuan lawan, dan kemungkinan mereka pasti kemampuannya lebih dari kita dan itu kesempatan untuk bertemu mereka akan sangat
jarang dibanding dengan lawan-lawan di tingkat nasional.

PB Djarum   : Untuk di tingkat nasional sendiri, siapa lawan terberat untuk Gifar di lapangan?

Gifar            : Tahun lalu usia saya memang masih remaja, tapi diturunkan di nomor taruna, dan untuk ditaruna sendiri memang lawan terberat masih dari Wisnu Yuli, meskipun di pertandingan final kemarin seharusnya saya bisa menang dua game langsung, tapi malah jadi rubber game.

PB Djarum   : Menang sudah pasti senang, tapi bagaimana Gifar mengatasi kekalahan?

Gifar           : Kecewa pasti ada, apalagi setelah pertandingan itu pasti masih sangat terasa tapi paling lama saya dua atau tiga hari, setelah itu ya saya sudah siap untuk kembali latihan.

PB Djarum  : Setelah Djarum Sirnas Bali ini turnamen libur, bagaimana sebetulnya porsi latihan saat libur turnamen dan saat menjelang turnamen?

Gifar            : latihan pasti porsinya tetap sama, tetapi jika mendekati turnamen biasanya porsinya dikurangi, mulai waktunya, beban latihannya pun dikurangi, apalagi jika sudah empat hari sebelum turnamen sudah pasti porsi latihan berkurang, untuk menjaga stamina saat bertanding nanti.

PB Djarum   : latihan apa yang paling berat bagi Gifar?

Gifar            : Latihan angkat beban, yang dilanjutkan dengan berlari, itu latihan paling berat menurut saya.

PB Djarum   : Diusia yang masih muda, sejauh mana Gifar akan berkarier di bulutangkis?

Gifar            : Saya akan terus berkarier di bulutangkis, selagi saya masih bisa melangkah dan selagi semuanya masih mungkin untuk dikejar, saya akan terus berkarier di bulutangkis, apalagi saya tidak terlalu suka berada di dalam kelas, saya lebih betah ada dilapangan.

PB Djarum   : Bagaimana dengan target berikutnya di kejuaraan berikutnya?

Gifar            : Nanti akan turun di Surabaya awal Oktober, Sirnas juga. Yang pasti saya ingin mempertahankan gelar dan penampilan terbaik saya, semoga bisa terus juara.

PB Djarum   : Oke Gifar, sukses terus, terima kasih atas waktunya.

Gifar            : sama-sama.