Tak sia-sia PBSI mengirim pemain-pemain muda ke Eropa untuk mengikuti kejuaraan Austrian Open 2015. Berbekal beberapa gelar juara yang diraih di kejuaran yang menyediakan hadiah total US$ 15.000,- peringkat dunia para pemain Indonesia terdongkrak. Peringkat dunia yang naik signifikan terlihat pada dua ganda campuran lapis kedua Indonesia. Juara dan Runner up Austrian Open 2015 melesat naik dan semakin mendekati peringkat dua puluh lima besar dunia.
Ganda campuran merah putih, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja yang mendulang sukses di Austrian Open 2015 pekan lalu, akhirnya harus mengakhiri perjalanan mereka di German Open 2015. Mereka harus mengakui wakil Hong Kong, Chan Alan Yun Lung/Tse Ying Suet di babak kedua kemarin (26/2) malam.
Edi Subaktiar, pemain yang pernah menjadi juara Dunia Junior tahun 2012, kembali merengkuh gelar juara. Ia meraihnya bersama dengan Gloria Emanuelle Widjaja, pemain yang juga pernah menjadi Juara Dunia Junior. Di Austrian Open 2015, Edi/Gloria merebut gelar keduanya setelah Macau Open Grand Prix Gold 2014 lalu.
Kabar menggembirakan datang dari para muda mudi Indonesia yang tengah berada dari Eropa. Pasukan merah putih berjaya pada kejuaraan bulutangkis Austrian Open 2015. Tiga gelar juara disumbangkan dari sektor ganda Indonesia setelah memenangkan babak final yag dimainkan kemarin (21/2).
Nomor ganda campuran sudah dipastikan menjadi milik Indonesia bahkan sebelum pertandingan dimulai di Austrian Open 2015 kemarin (21/2). Hal ini terjadi setelah dua pasangan merah putih sukses melangkah ke final. Dua pasangan Indonesia memenangkan babak semifinal yang digelar di hari yang sama.
Laga Austrian Open 2015 sudah resmi digelar sejak Rabu (18/2) lalu. Tim merah putih pun kini tengah berlomba untuk bisa merebut gelar juara, tak terkecuali Gloria Emanuelle Widjaja yang turun si ganda campuran bersama Edi Subaktiar. Mereka pun sudah menuntaskan tugas pertama mereka pada Kamis (19/2) kemarin.
Setelah saya gagal tembus seleksi Atletik nomor lari rintang di tingkat daerah
