Tahukah anda, bahwa Praveen Jordan, juara All England 2016, pernah “tertinggal” di Inggris?
Pasangan remaja putra PB Djarum Haffiz Nur Adila/Pramudya Kusumawardana harus mengakui keunggulan pasangan Clinzy Gregorius Haribasz/Timoti Wuisan asal klub Exist Jakarta. Di babak final, Sabtu (19/3) malam bertempat di GOR Sudiang, Makassar, Haffiz/Pramudya kalah dalam pertarungan tiga game. Runner up Djarum Sirnas seri kedua di Makassar ini jadi milik Haffiz/Pramudya.
Tunggal taruna putri asal PB Djarum Silvi Wulandari hanya menjadi runner up Djarum Sirnas seri kedua di kota Makassar. Di partai final, Sabtu (19/3) sore, Silvi harus mengakui keunggulan permain asal klub Exist Jakarta Putri Ayu Desiderianti. Silvi kalah dua game langsung di GOR Sudiang.
Pertandingan babak final, Sabtu (19/3) siang di GOR Sudiang, Makassar. Pasangan campuran remaja PB Djarum Pramudya Kusumawardana/ Lisa Ayu kusumawati menjadi juara Djarum Sirnas ke dua. Usai mereka mengalahkan pasangan unggulan ke empat asal klub Exist Jakarta Timoti Wuisan/Beverly Gabriella melalui pertarungan tiga game.
Nama Michael Jordan sudah terlebih dahulu sohor di dunia olahraga. Nomor punggung 23 pun sangat melekat dalam dirinya. Sejak awal karirnya hingga memutuskan untuk pensiun pertama kali pada tahun 1993, Jordan selalu mengenakan nomor 23. Sederet prestasi berhasil ia raih, termasuk di dalamnya adalah emas Olimpiade yang berhasil ia persembahkan untuk Amerika Serikat di tahun 1984 dan 1992.
Nama Praveen Jordan memang jauh dari kesan nama seorang warga Indonesia. Praveen lebih identik dengan nama penduduk India. PB Djarum pun berkesempatan untuk mengetahui alasan dibalik pemberian nama kepada atlet yang lahir 22 April 1993 ini.
