Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 1962, sudah delapan gelar juara berhasil direbut Indonesia pada ajang Badminton Asia Championships dari sektor ganda campuran. Sampai saat ini ada tiga nama yang bisa menjadi juara sebanyak dua kali dengan pasangan yang berbeda.
Ganda campuran PB Djarum, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan 19 wakil Pelatnas PBSI bertolak ke Manila, Filipina, Sabtu (23/4) dini hari. Barisan pemain Merah Putih itu akan bertanding di Badminton Asia Championships 2022.
Menjadi hak setiap pemain jika ingin mundur dari hiruk pikuk dunia bulutangkis. Tetapi tentunya para pemain tidak bisa begitu saja menghilang tanpa ada konfirmasi kepada badan bulutangkis dunia (BWF). Sudah ada ketentuan baku akan keinginan pensiun dari turnamen BWF.
Badan bulutangkis dunia (BWF) sudah menetapkan aturan yang baku terhadap perlengkapan bulutangkis. Ukuran lapangan sudah diatur sedemikian rupa agar di mana pun pertandingan dilaksanakan tidak berubah. Tidak hanya ukuran lapangan, ukuran jaring pembatas atau “Net” juga sudah ditentukan.
Kode etik tidak hanya dibuat oleh badan bulutangkis dunia (BWF) untuk pemain bulutangkis saja, tetapi juga untuk para pelatih. BWF merasa perlu membuat kode etik, karena diharapkan para pelatih dapat menjaga citranya sebagai pelatih dan juga membina hubungan yang baik dengan para pemainnya.
Tak ada jalan instan untuk menjadi seorang juara. Begitu pula yang dijalani pebulutangkis muda Bagas Maulana. Jalan berliku dan perjuangan berat harus dilalui Bagas sebelum ia bersama pasangannya, Muhammad Shohibul Fikri, sukses merengkuh titel juara ganda putra All England 2022.
