Surya

Surya Adi Pambudi

Hari pertama final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 pada Jum’at (8/9) sudah menampilkan pertandingan-pertandingan seru. Setiap peserta terlihat berupaya maksimal untuk bisa memenangi pertandingan yang mereka jalani.

Jarak antara Kudus dan Demak memang tidak terlalu jauh. Sekitar sejam perjalanan jika menggunakan kendaraan bermotor ke kota bulutangkis tersebut. Akan tetapi, perjuangan keluarga Sulhadi yang berasal dari Perumahan Ngelowetan, Kecamatan Mijen, Demak untuk mengantarkan anaknya, Zuhdi Fauzul Hakim, mengikuti Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Kudus cukup melelahkan bahkan sempat membuat mereka putus asa.

Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menjadi juara di Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2017. Mereka menjadi satu-satunya wakil merah putih yang pulang dengan medali emas. Atlet binaan PB Djarum ini pun dianugerahi penghargaan oleh Bakti Olarhaga Djarum Foundation dengan total bonus sebesar Rp 60 juta dan televisi Polytron 43 inch pada Selasa (15/8) siang.

Nama belakang atlet muda ini memang sudah tidak asing di telinga para pecinta bulutangkis, Kusharjanto. Ya, Rehan Naufal Kusharjanto adalah putra dari pebulutangkis legendaris tanah air, Tri Kusharjanto dan Sri Untari. Memiliki seorang ayah dan ibu yang merupakan pebulutangkis andalan tanah air, tampaknya tak mambuat Rehan ragu untuk menentukan pilihan saat sang ayah menawarkannya pilihan, bulutangkis atau sekolah.

Indonesia berhasil meraih satu gelar di Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2017. Adalah Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang berhasil menjadi kampiun di turnamen bergengsi atlet dibawah usia 19 tahun itu. Mereka memastikan gelar juara setelah berhasil mengalahkan wakil Korea, Sung Seung Na/Ah Yeong Seong dengan 21-19, 19-21 dan 21-9.

Siti Fadia Silva Ramadhanti berhasil menjadi juara Kejuaraan Asia Junior (AJC) 2017 bersama Rehan Naufal Kusharjanto. Atlet yang lahir di Bogor, 6 November 2000 ini mengaku sebenarnya sempat menolak menjadi pemain ganda.