Sulaiman

Sulaiman

Kevin Sanjaya Sukamuljo akhir pekan lalu mungkin menjadi salah satu nama paling sering diperbincangkan di tanah air. Pemuda berusia 21 tahun itu sukses menjadi juara All England bersama Marcus Fernaldi Gideon usai kalahkan wakil Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen dengan 21-19 dan 21-14 hari Minggu (19/3) lalu.

Seperti bocah pada umumnya, awalnya Dinar Taufiqul Hafidz belum terlalu berminat pada olahraga bulutangkis. Tetapi lama kelamaan ia mulai tertarik pada olahraga yang menggunakan raket sebagai pemukul. Minat Dinar yang ketika itu berumur 5 tahun terlihat saat ia sering melihat sang ayah berlatih. Sejak itu pulalah  ia mulai belajar mengayunkan raket.

Al Akram Ichmawan M, demikian nama yang diberikan orang tua kepadanya. Lahir di Sungguminasa, Makasar, 13 tahun lalu AL Akram tak pernah menduga bisa lolos Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Al Akram mencoba mengadu keberuntungan di tahun 2014 lalu. Berkat kegigihannya. Al Akram akhirnya bisa bergabung dengan Klub yang besar di kota Kudus.

Perjalanan untuk menjadi seorang juara di arena memang tidak singkat.

Kabar menggembiarakan dihembuskan oleh para pemain muda Indonesia. Berangkat hanya berdua saja ke benua Amerika bagian selatan, dua tunggal putra asal PB Djarum, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dan Alberto Alvin Yulianto justru keluar sebagai runner up dan semifinalis dari kejuaraan Peru International Series 2017 yang di selenggarakan dari tanggal 16 – 19 Maret 2017.

Perhelatan besar Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 siap di gelar . Sebanyak delapan kota besar yang ada di wilayah Indonesia kan menjadi tempat pencarian atlet muda berbakat yang nantinya diharapkan akan bisa meneruskan kejayaan bulutangkis Indonesia.