Sulaiman

Sulaiman

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 kota ke sembilan yang digelar di GOR Djarum Jati sudah menyelesaikan tahap pertama. Dari total 883 peserta yang tercatat hingga Selasa (30/8) pagi, akhirnya sebanyak 197 peserta berhasil lolos ke tahap turnamen.

Mungkin bagi pecinta bulutangkis, nama Muhammad Bayu Pangisthu sudah tak asing lagi. Atlet yang saat ini sudah menjadi salah satu atlet tunggal putra Pelatnas ini adalah alumnus Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2009.

Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 segera memasuki babak akhir. Namun, sebelum babak grand final yang akan digelar 2-4 September mendatang, Kudus menjadi kota terakhir perhentian pencarian bakat muda bulutangkis tanah air.

Kudus menjadi perhentian terakhir pencarian bakat muda di arena Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. Pencarian talenta muda ini sebelumnya sukses di gelar di Palembang, Bandung, Balikpapan, Solo, Makassar, Purwokerto, Surabaya dan Cirebon. Ke delapan kota berhasil meloloskan 124 peserta untuk mengikuti babak final yang akan digelar di Kudus, 2-4 September mendatang.

Indonesia memiliki sejarah manis di nomor tunggal putri saat Susy Susanti berhasil menjadi peraih medali emas Olimpiade bulutangkis tahun 1992. Medali emas ini pun tak hanya menjadi medali emas pertama yang diperebutkan di Olimpiade, tetapi menjadi medali emas pertama bagi Indonesia.

Kesuksesan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro seakan menjadi babak baru bagi bulutangkis tanah air. Demam bulutangkis melanda tanah air, media pun berlomba membawa Tontowi dan Liliyana ke studio ataupun melakukan wawancara eksklusif.