Sulaiman

Sulaiman

Olimpiade memang bukan sekedar turnamen. Bagi cabang bulutangkis, Olimpiade memiliki prestise tertinggi dibanding turnamen tahunan lainnya. Penyelenggaraannya yang empat tahun sekali, membuat setiap atlet mengincar medali di pesta olahraga terbesar dunia ini.

Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil melaju ke final Olimpiade Rio de Janeiro. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini berhasil setelah mengalahkan unggulan teratas asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei pada Selasa (16/8) pagi.

Kini harapan merah putih tinggal bergantung di pundak Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Hal ini terjadi setelah wakil Indonesia di nomor tunggal putra, Tommy Sugiarto gagal melaju ke perempat final. Berhadapan dengan Rajiv Ouseph asal Inggris Raya pada Selasa (16/8) pagi waktu Indonesia, Tommy sebenarnya sempat bisa menguasai jalannya laga.

Harapan merah putih untuk bisa mencuri medali di Olimpidae Rio de Janeiro, Brasil di nomor tunggal putri harus hilang. Satu-satunya wakil merah putih, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari harus kandas di babak delapan besar yang digelar pada Selasa (15/8) malam waktu Indonesia.

Empat tahun lalu, Debby Susanto memang berada di arena Olimpiade 2012 yang digelar di London, Inggris, tetapi kala itu Debby “hanya” menjadi sparing partner tim Olimpiade Indonesia. Debby bersama Muhammad Rijal gagal meraih poin yang diperlukan agar bisa bertarung di pesta olahraga dunia empat tahunan itu.

Usai penyisihan grup, hasil undian ganda campuran bulutangkis di Olimpiade Rio de Janeiro memang tidak begitu menguntungkan bagi tim Indonesia. Di babak delapan besar ini, dua pasangan wakil merah putih sudah harus berjumpa. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhadapan dengan juniornya, Praveen Jordan/Debby Susanto.