Pertandingan diperempat final, Jumat (29/4) pasangan campuran terbaik Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menghentikan langkah Choi Solgyu/Eom Hye Won asal negara Korea dengan menang dua game langsung di Venue Wuhan Sports Center Gymnasium, China.
Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akhirnya lolos dari lubang jarum. Bertanding di babak kedua kemarin (29/4), ganda putri nomor satu Indonesia ini benar-benar harus mengeluarkan seluruh kemampuannya. Ganda asal Malaysia Vivian Ka Mun Ho/Wei Woon Khe mengajak ganda putri Indonesia ini bertanding ketat selama tiga game.
Pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menempatkan diri ke babak perempat final di kejuaraan Badminton Asia Championships 2016. Pasangan yang biasa dipanggil dengan Owi/Butet kini menjadi satu-satunya harapan yang tersisa setelah tiga pasangan Indonesia lainnya menyerah di babak kedua.
Indonesia di kejuaraan Badminton Asia Championships 2016 akhirnya hanya di wakili oleh pasangan Kevin Sanjaya Sukomuljo/Marcus Fernaldi Gideon di babak perempat final. Sebenarnya Indonesia memiliki tiga pasang yang berhak bertanding di babak kedua, namun hanya Kevin/Marcus yang bisa menembus babak delapan besar.
Sejak 2006 lalu atlet binaan PB Djarum tak lagi menempati GOR Kaliputu sebagai tempat latihan. GOR Kaliputu adalah GOR kedua yang pernah dipakai oleh PB Djarum – Kudus, setelah GOR di Bitingan Lama, dari tahun 1982. GOR Kaliputu sendiri sekarang sudah tak dioperasikan untuk pusat pelatihan atlet PB Djarum, dan saat ini telah difungsikan untuk kegiatan latihan bulutangkis bagi masyarakat setempat.
Di kejuaraan Badminton Asia Championships 2016, Indonesia kini hanya di wakili dari nomor tunggal putra saja. Dua tunggal putra Indonesia menjadi harapan terakhir untuk biasa membawa pulang gelar juara setelah seluruh srikandi Indonesia gagal melewati lawan-lawannya di babak pertama.
