Sulaiman

Sulaiman

Kita sudah mengenal kakak beradik yang menjadi pebulutangkis dunia. Seperti misalnya Fran Kurniawan dan Fernando Kurniawan, ataupun Mainaky bersaudara. Kali ini di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 pun memiliki peserta kakak beradik.

GOR Hevindo dipenuhi keriuhan dan sorak sorai gembira para peserta yang berhasil meraih super tiket pada Senin (28/3) siang. 12 super tiket diraih oleh para peserta yang berhasil membungkus kemenangan, sementara itu para legenda dan pemandu bakat bulutangkis memberikan empat super tiket tambahan untuk mereka yang sudah gugur di babak awal.

Indonesia melalui pasangan ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi harus puas membawa pulang gelar runner up pada kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2016. Angga/Ricky harus puas sebagai finalis setelah di babak final hari ini harus mengakui ketangguhan ganda Korea Selatan Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol dalam dua game langsung 18-21, 14-21.

Masih ingat cerita kemarin (26/3) tentang atlet asal Kabupaten Balangan yang berkendara dengan sepeda motor 11 jam? Mereka datang ke Balikpapan untuk berburu tiket final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016.

Laga kedua kategori U 15 putri, Minggu (27/3) sore di GOR Satria Purwokerto. Peserta nomor punggung 0201 Zana Dies Arahmawati asal Banyumas mengalahkan wakil Wonogiri Sella Putri Azallia melalui pertarungan tiga game, 19-21, 21-13 dan 21-15. Dengan kemenangan zana ini, ia berhak maju kebabak perempat final Audisi Umum PB Djarum 2016.

Audisi Umum PB Djarum 2016 di Purwokerto memasuki hari kedua, minggu (27/03) di GOR Satria. Para atlet mulai mengikuti tahapan turnamen, yang memperebutkan tiket ke grand final di Kudus. Demikian pula halnya dengan tim pemandu bakat, yang tetap konsisten mengamati atlet-atlet muda yang sedang berlaga.