Bertanding sendiri di kejuaraan bulutangkis India Open Super Series 2016 tak membuat pasangan Riky Widianto/Richi Puspila Dili gamang. Mereka malah muncul sebagai pasangan yang bisa membuat kejutan. Unggulan ke- 6 dari Hongkong Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah di tekuk oleh Riky/Richi hanya dalam dua game. Pasangan “duo R” asal Indonesia ini menang dengan 21-19, 21-15.
Kejutan mulai mewarnai kejuaraan bulutangkis India Open Super Series 2016. Unggulan pertama ganda putra dari China Chai Biao/Hong Wei tumbang di babak kedua dan pasangan yang menyingkirkannya adalah dari Indonesia, yakni Kevin Sanjaya Sukomulyo/Marcus Fernaldi Gideon. Kevin/Marcus membalikkan semua prediksi yang menjagokan ganda China untuk menang. Apalagi mereka memiliki peringkat yang jauh lebih tinggi dari ganda Indonesia. Pasangan China datang dengan peringkat 3 dunia sementara Kevin/Marc
Perjalanan para pemain tunggal Indonesia di kejuaraan bulutangkis India Open Super Series 2016 akhirnya hanya tinggal tersisa di nomor tunggal putra saja di babak kedua. Di babak kedua Indonesia di wakili dua tunggal putra setelah dua wakil tunggal putri harus angkat koper lebih awal. Adalah dua pemain senior Tommy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncor yang menjadi harapan terakhir Indonesia dari nomor tunggal.
Meski hanya menurunkan dua ganda putri pada kejuaraan bulutangkis India Open Super Series 2016, kedua andalan merah putih tersebut berhasil melewati hadangan pertama dengan mudah. Bahkan keduanya mampu menang dengan angka telak dan hanya memberikan angka di bawah sepuluh kepada lawan.
Dua pasang ganda putra Indonesia masih bertahan dan melaju ke babak kedua di kejuaraan bulutangkis India Open Super Series 2016 usai menang dari lawan-lawannya di babak pertama kemarin (30/3). Pasangan Kevin Sanjaya Sukomuljo/Marcus Fernaldi Gideon melangkah ke babak kedua harus dengan mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Kemenangan Praveen Jordan/Debby Susanto di ajang All England 2016 memang mebawa angin segar bagi dunia perbulutangkisan di Tanah Air. Sebagai bentuk syukur, Hamid Awaluddin sebagai salah satu pemerhati bulutangkis Indonesia, mengadakan sebuah acara syukuran sekaligus silaturahmi insan-insan bulutangkis Indonesia lintas generasi.
