Sulaiman

Sulaiman

Sebanyak tiga ganda putra Indonesia yang berlaga pada kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2016 semuanya berhasil lolos ke babak kedua. Hanya pasangan Kevin Sanjaya Sukomuljo/Marcus Gideon Fernaldi yang bisa memetik kemenangan straight game. Dua lainnya di paksa bekerja keras selama tiga game untuk bisa lolos ke babak kedua.

Kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2016 mulai di warnai oleh kejutan. Pasangan unggulan dari nomor ganda campuran mulai berguguran. Adalah pasangan Indonesia Alfian Eko Prasetyo/Annisa Saufika yang berhasil menciptakan kejutan di babak pertama pada kejuaraan yang menyediakan hadiah total USD 120.000,-.

Indonesia masih memiliki harapan dari nomor tunggal putra pada kejuaraan bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2016. Empat tunggal putra yang hari ini (23/3) bertanding di babak kedua semuanya lolos ke babak ketiga.  Seluruhnya pemain Indonesia menang dengan straight game.

Kejuaraan  bulutangkis New Zealand Open Grand Prix Gold 2016 sudah dimulai kemarin (22/3). Hari pertama kejuaraan yang menyediakan hadiah total  sebesar US$ 120.000,- telah menyelesaikan babak kualifikasi dan babak pertama tunggal putra. Para pemain tunggal putra Indonesia masih belum terhadang. Hanya satu dari enam tunggal putra Indonesia yang gagal melewati babak pertama.

Usai memastikan diri menjadi juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto mengamankan diri di ranking 7 dunia. Hal ini tentu sudah cukup untuk meloloskan mereka mendampingi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang kini bertengger di ranking dua dunia.

Juara All England 2016 Praveen Jordan/Debby Susanto mendapat penghargaan atas prestasinya di turnamen bulutangkis tertua di dunia itu. Jordan/Debby berhasil menjadi juara di Barclaycard Arena, Birmingham, pada Minggu (13/3) malam lalu. Mereka sukses tampil sebagai juara setelah mengalahkan wakil Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan 21-12 dan 21-17.