Sulaiman

Sulaiman

Fran Kurniawan/Komala Dewi, pasangan campuran dewasa unggulan pertama asal PB Djarum berhasil meraih gelar juara yang ke dua kalinya sejak mengikuti turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) ini. Kali ini, Fran/Dewi berhasil membalas kekalahan dari Afiat Yuris Wirawan/Nadya Melati asal Pertamina Fastron dengan dua game langsung pada laga puncak di Sport Center Rumbai Gor Wushu, Pekanbaru, Sabtu (28/11) siang.

Jumat (27/11) pagi gedung GOR Djarum yang berada di Magelang terlihat ramai. Mirip dengan keramaian yang pernah ada saat perhelatan Sirkuit Nasional (Sirnas). Tetapi kali ini keramain bersumber dari acara Coaching Clinic yang melibatkan pelatih sera anak-anak dari sekitar Magelang. Kurang lebih 60 pelatih hadir dari kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Kebumen.

Hari Sabtu menjadi hari semifinal di turnamen internasional. Tak terkecuali Sabtu ini (28/11) dimana semifinal Korea Junior Open Badminton Championships 2015 akan digelar di Goyang Stadium, Gwangju. Para junior yang sudah memulai laga sejak Senin (23/11) lalu akan segera memasuki babak akhir. PB Djarum yang turut mengirimkan atletnya untuk bermain di turnamen kelompok umur junior itu, berhasil mengirimkan lima wakil di sektor tunggal.

Pekan ini bisa diungkapkan sebagai pekannya bulutangkis. Tercatat ada tiga turnamen tengah berlangsung bersamaan. Di tanah air, hari ini (28/11) final Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015 seri terakhir akan digelar. Sementara di Macau, tengah berlangsung Macau Open Grand Prix Gold 2015. Sedangkan di Gwangju, Korea, para pemain junior tengah berburu gelar bergengsi di Korea Junior OpenĀ  Badminton Championships 2015.

Indonesia berhasil meloloskan dua wakil ke babak perempat final Macau Open Grand Prix Gold 2015. Mereka adalah Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja dan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti. Namun di babak perempat final yang digelar kemarin (27/11), Indonesia akhirnya hanya bisa meloloskan Ronald/Melati.

Ganda putra Indonesia, Berry Angriawan yang sebelumnya dipasangkan dengan Ricky Karanda Suwandi, serta Rian Agung Saputro yang berpasangan dengan Angga Saputra dipecah dan ditukarkan. Kilau Ricky/Angga sudah terlebih dahulu bersinar, mereka berhasil merebut gelar Super Series tahun ini di Singapura. Hal ini seakan menjadi salah satu pemicu mereka untuk segera kembali ke persaingan elit ganda putra dunia.