Kabar Bahagia kembali mewarnai jagat bulu tangkis Indonesia. Sepasang kekasih yang sama-sama merupakan mantan atlet Pelatnas PBSI Cipayung, yaitu ganda putra Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan ganda campuran Marsheilla Gischa Islami resmi menikah pada Sabtu (20/4) di Blitar, Jawa Timur.
Setelah sembilan belas tahun menanti kembali hadirnya Piala Uber ke pangkuan Ibu Pertiwi, Indonesia akhirnya berhasil merebut lambang supremasi beregu putri dunia untuk kedua kalinya. Tepatnya tahun 1994, Piala Uber berlabuh ke tanah air usai Susy Susanti dan kawan-kawan mengalahkan tim kuat China pada babak final dengan skor 3-2. Istora Senayan, Jakarta, sepertinya menjadi tempat yang tidak bersahabat bagi tim China. Di hadapan pendukung fanatik merah putih, China tersungkur.
Sebelum China hadir dalam kancah bulutangkis dunia dan di tengah dominasi negeri matahari terbit Jepang pada masa itu, Indonesia tiba-tiba menyeruak. Kehadiran Indonesia pada tahun 1975 seolah-olah menjadi mimpi buruk bagi Jepang. Padahal Jepang datang ke Istora Senayan, Jakarta pada masa itu dengan sejumlah pemain terbaiknya. Sebut saja Hiroe Yuki yang merupakan juara All England pada tahun 1975 serta juara ganda putri All England tiga kali Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa.
Terjawab sudah nasib pasangan ganda campuran Indonesia pada ajang Olimpiade Paris 2024. Akhirnya, Indonesia memiliki wakil dari cabang olahraga bulutangkis sektor ganda campuran pada ajang multi event yang akan dilaksanakan di Paris, Prancis. Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari menjadi pasangan ganda campuran Indonesia yang berhasil lolos dari persyaratan yang ditetapkan oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).
Pupus sudah harapan menambah satu pasang ganda putra Indonesia yang bisa lolos ke Olimpiade Paris 2024. Tidak ada lagi pendamping bagi pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada ajang multi event yang akan dilaksanakan di Paris, Prancis. Hanya nama Fajar/Rian yang akan menjadi satu-satunya kontingen Indonesia pada cabang olahraga bulutangkis sektor ganda putra. Bercokol ada posisi ketujuh membuat Fajar/Rian aman menuju Prancis.
Peluang Indonesia di ajang Olimpiade Paris 2024 dari sektor tunggal putri kini bergantung pada Gregoria Mariska Tunjung. Belum ada tunggal putri Indonesia lainnya yang bisa mendampingi Gregoria pada ajang multi event yang diadakan setiap empat tahun sekali. Baik Putri Kusuma Wardani maupun Ester Nurumi Tri Wardoyo masih jauh masuk dalam daftar peringkat pemain yang berhak mengikuti ajang Olimpiade.
