Sulaiman

Sulaiman

Sejarah Olimpade Barcelona 1992 pasti tidak akan pernah terlupakan bagi Indonesia. Lewat dua atlet bulutangkis hebat yang dimiliki Tanah Air saat itu, Alan Budikusuma dan Susy Susanti, Indonesia sukses mencetak sejarah baru dengan meraih medali emas pertama kalinya di perhelatan akbar tersebut.

Cabang olah raga bulutangkis kembali menjadi penyelamat bagi kontingen Indonesia pada ajang Olimpiade. Satu medali emas dan dua keping medali perunggu berhasil dipersembahkan cabang olah raga bulutangkis pada Olimpiade Athena 2004. Taufik Hidayat munculĀ  sebagai raja di cabang olah raga bulutangkis dengan merebut medali emas. Dua perunggu dari Sonny Dwi Kuncoro dan pasangan ganda putra Eng Hian/Flandy Limpele. Satu medali perak datang dari cabang olah raga Angkat besi melalui Raema Lisa Rumb<

Untuk kedua kalinya cabang olah raga bulutangkis kembali dipertandingkan di ajang Olimpiade. Atlanta, Amerika Serikat, tahun 1996 menjadi tempat bersejarah bagi Indonesia. Karena di kota inilah, para atlet bulutangkis kembali mempertahankan tradisi medali emas di ajang olah raga multi event empat tahunan. Selain satu keping medali emas, Indonesia juga membawa pulang satu medali perak dan dua medali perunggu. Adalah pasangan ganda putra Ricky Subagja/Rexy Mainaky yang membuat merah putih berki

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky, buka suara tentang hasil Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar hari Rabu-Kamis (16-17/6) di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Ia menganggap hasil ketujuh wakil Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 sudah cukup baik, walaupun empat di antaranya mengalami kekalahan.

Shesar Hiren Rhustavito belum berkesempatan untuk tampil di Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung pada 23 Juli - 8 Agustus mendatang. Namun begitu, pemain yang akrab disapa Vito itu mempunyai pesan untuk kedua rekannya yang akan tampil di sana, yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 yang baru saja usai, Kamis (17/6), di Pelatnas PBSI Cipayung terus menyuguhkan kejutan. Salah satunya datang dari sektor tunggal putri, yang mana secara tak disangka Ester Nurumi Tri Wardoyo berhasil mengalahkan Gregoria Mariska Tunjung.