Anthony Sinisuka Ginting menjadi satu dari dua atlet bulutangkis Indonesia dari sektor tunggal putra yang sudah pasti lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Pemain yang saat ini berada pada peringkat lima dunia berangkat bersama-sama dengan Jonatan Christie menjadi wakil merah putih pada ajang olahraga terbesar sejagat.
Mungkin Olimpiade London yang diselenggarakan pada tahun 2012 menjadi kenangan pahit bagi kontingen Indonesia. Biasanya Indonesia bisa mendapatkan minimal satu keping medali emas di ajang olahraga multi event. Tetapi di tahun itu, Indonesia pulang dengan tangan hampa tanpa medali emas. Cabang olahraga bulutangkis yang biasanya selalu menjadi tambang emas merah putih malah gagal total. Tidak satu pun medali mampu dipersembahkan.
Mometum Olimpiade Beijing 2008 tentunya menjadi salah satu yang tak mungkin bisa dilupakan. Keberhasilan ganda putra Hendra Setiawan/Markis Kido dengan meraih medali emas, membuat seluruh warga Indonesia semakin bangga dengan para pahlawan bulutangkis Tanah Air.
Pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan menjadi satu-satunya wakil ganda campuran Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan bergulir pada 23 Juli - 8 Agustus mendatang. Jordan/Melati yang saat ini duduk di peringkat empat dunia diharapkan menjadi suksesor Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Olimpiade Sydney 2000 adalah kali ketiganya cabang olahraga (cabor) bulutangkis dimainkan. Pada saat itu pula, tradisi kontingen Indonesia meraih emas pada cabor bulutangkis tersaji.
Sejarah Olimpade Barcelona 1992 pasti tidak akan pernah terlupakan bagi Indonesia. Lewat dua atlet bulutangkis hebat yang dimiliki Tanah Air saat itu, Alan Budikusuma dan Susy Susanti, Indonesia sukses mencetak sejarah baru dengan meraih medali emas pertama kalinya di perhelatan akbar tersebut.
