
Hj. Ria atau yang akrab disapa bunda oleh atlet-atlet binaannya membawa 17 atletnya untuk turut ambil bagian di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016. Mereka harus menempuh perjalanan kurang lebih dua jam dari Kabupaten Pangkep untuk bisa hadir di GOR Dafest, Makassar.
Setelah melalui tahap pertama Audisi Umum yang digelar sepanjang hari mulai Sabtu (9/4) pagi hingga siang hari, akhirnya tujuh atlet gagal ke tahap turnamen sementara 10 lainnya akan bertarung di tahap turnamen yang akan dimulai besok (10/4) pagi.
“Untuk yang lolos kalian harus istirahat, tidak boleh begadang. Kalau yang belum lolos kalian jangan bersedih, jangan menangis masih ada tahun depan. Kalian harus terus giat berlatih,” ujarnya dihadapan anak didiknya.
Hj Ria pun menuturkan membawa 17 anak didiknya untuk bertarung di Audisi Umum kali ini karena ia merasa bahwa mereka memiliki talenta. “Mereka harus mengenal Audisi, harus termotivasi. Biar mereka bisa berpikir bahwa kita juga bisa, meskipun kami dari daerah, tetapi kami bisa,” tambahnya.
Motivasinya tak hanya sekedar turut bertanding, tetapi juga karena terinspirasi oleh keberhasilan Muhammad Askar Hariyanto yang telah bergabung bersama PB Djarum. “Mereka juga termotivasi keberhasilan Aksar, saya pernah melatih Askar waktu Askar kecil,” tambahnya.
Tekad kuat dari kubu PB Santos memang terlihat jelas. Meskipun harus menempuh waktu dua jam untuk perjalanan dari rumah masing-masing menuju GOR Dafest, mereka tetap mampu bisa tampil penuh semangat. “Saya juga hanya berbekal sepeda motor dan tekad untuk bisa mendampingi anak-anak, saya juga dibantu oleh staff PB Santos untuk tranpsortasi anak-anak ke sini,” lanjut mantan atlet Kabupaten Pangkep ini.
“Saat ada kesempatan, kenapa kita tidak mencoba,” pungkasnya.
Hj. Ria pun menutup pertemuan singkat dengan anak didiknya dan berpesan untuk bersiap menghadapi tantangan di tahap turnamen. Selamat berjuang tim PB Santos! (RI)
