
Semangat para peserta Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 yang digelar di GOR Dafest, Makassar begitu menggebu. Tak jarang disepanjang hari kedua ini, atlet-atlet muda ini tak jarang para peserta terlihat jatuh bangun untuk mempertahankan wilayah mereka.
Hal ini pun diakui oleh salah satu legenda dan anggota tim pemandu bakat PB Djarum, Rosiana Tendean. Saat dijumpai pada Minggu (10/4) di sela-sela Audisi Umum, anggota tim Uber Indonesia tahun 1994 ini, menuturkan ada begitu banyak potensi yang ia lihat digelaran Audisi Umum kali ini.
“Potensi di sini sangat terlihat. Mulai dari pukulan, footwork, dan bakatnya pun sangat terlihat,” ujar atlet yang lahir di Makassar ini.
“Potensi mereka ini sangat besar, tinggal bagaimana pelatih bisa membantu mereka untuk bisa mengembangkan potensi ini. Mereka membutuhkan program latihan yang sesuai dengan usia mereka. Beberapa peserta saya lihat memiliki modal untuk bisa lebih baik nantinya, banyak yang masih berusia 10 tahun tetapi mereka sudah menunjukkan sesuatu. Semoga nanti jika mereka gagal kali ini, mereka akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk tahun berikutnya,” tambahnya.
Makassar berhasil meloloskan satu wakilnya untuk menjadi penerima beasiswa bulutangkis Bakti Olahraga Djarum Foundation tahun lalu. Ia adalah Muhammad Wahyudi Akhmad, yang diakui oleh Fung Permadi, manager tim PB Djarum, bahwa Wahyudi saat ini justru menjadi salah satu atlet paling rajin berlatih.
“Saat ini, Wahyudi justru menjadi salah satu atlet yang sering melakukan latihan tambahan setelah ia menyelesaikan program latihan bersama pelatih,” ungkap Fung.
Rosi pun menuturkan bahwa karakteristik pemain dari Makassar biasanya ditandai dengan fisik mereka yang mumpuni. “Atlet-atlet dari Makassar biasanya memang kuat (fisiknya),” pungkasnya.
Saat berita ini diturunkan tahap turnamen babak kedua masih terus berlangsung di empat lapangan GOR Dafest, Makassar. (RI)
