
Peserta U 13 Putri bernomor punggung 0233, Naya Azza Arfah asal kota Garut menjadi salah satu peserta peraih super tiket saat Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis digelar di kota Bandung, beberapa bulan lalu. Masuknya ke tahapan final di Kudus, membuat Naya jadi berambisi untuk bisa lolos dari tahapan karantina nanti.
Naya, saat dihubungi mengaku kalau dirinya sudah siap menghadapi final nanti. Ia juga menargetkan harus bisa menjadi salah satu peserta yang lolos dari tahapan karantina. Sejak mendapat super tiket, atlet muda yang duduk dikelas 6 SDN Barusudah 1 Garut ini, melakoni rutinitas berlatihnya setiap hari.
“Tidak disangka juga, dia itukan kali pertama ikut audisi umum ini. Dan kalah di babak perempat tahapan turnamen. Tapi dia malah dapat super tiket dari legenda. Dari situ dia, lebih giat berlatihnya. Biasa hanya seminggu dua kali latihan, tapi kali ini jadi setiap hari. Bagusnya juga GOR latihan tidak jauh dari rumah,” jelas Rena Tjaswati (34 tahun) ibu dari Naya ini.
Rena menambahkan latihan yang diberikan pelatihnya (Ato Rusdianto, 46 tahun) hanya seputar teknik bermain dan juga kekuatan fisik, seperti cara menghadang bola dan pergerakan kaki. Naya juga orangnya tidak pernah menolak jika latihannya lebih berat dari hari biasanya.
“Lagi pula, pelatih Naya adalah pamannya sendiri dan sebagai pemilik klub PB Hikmah di Garut. Memang dari kelas dua sekolah dasar, Naya sudah menggeluti olah raga ini. Dan selama ini dia tidak mengeluh. Malah sangat menikmatinya,” ujarnya lagi.
Rena juga mengatakan hingga saat ini Naya dalam kondisi fit dan siap 100% menghadapi final di Kudus nanti. Rena juga siap mengeluarkan kocek sendiri, demi mendukung anaknya ini menjadi pemain top dunia seperti idola sang anak yaitu Susy Susanti. (ds)
